Deshaun Watson Starter Browns, Boos Fans dan Taruhan Investasi Besar
ORBITINDONESIA.COM – Deshaun Watson resmi menjadi starter Cleveland Browns untuk awal musim 2026, tetapi ia memulai pekan itu dengan meminta maaf kepada fans yang sempat ia sebut “tidak sopan” karena mencemoohnya. Keputusan ini menegaskan keyword utama Deshaun Watson starter Browns, sekaligus membuka sub-keyword yang ramai dicari: kontroversi Deshaun Watson, persaingan Shedeur Sanders, dan rekor buruk Watson di Cleveland.
Pelatih Todd Monken mengumumkan Watson sebagai quarterback utama setelah kompetisi panjang melawan Shedeur Sanders, yang berlangsung sejak program latihan offseason hingga dua laga pramusim. Monken menyebut “keseluruhan pekerjaan” sebagai dasar pilihan, dan menegaskan ini bukan keputusan “minggu ke minggu”.
Di laga pramusim kedua, Watson tampil buruk dengan 5 dari 12 operan untuk 35 yard dan satu intersepsi dalam empat drive babak kedua. Stadion Huntington Bank Field memang hanya terisi setengah, tetapi suara booing terdengar jelas saat ia masuk lapangan dan ketika serangannya macet.
Setelah pertandingan, Watson menyatakan cemoohan itu “bukan soal performa” dan “lebih personal”, lalu menyebutnya “tidak sopan”. Sehari kemudian Monken mengatakan komentar itu tidak memengaruhi keputusan, tetapi tensi dengan publik sudah telanjur menjadi cerita utama.
Pada konferensi pers Senin, Watson membuka dengan pernyataan dua menit untuk meminta maaf. Ia mengakui emosinya lepas kendali, dan menekankan ia paham frustrasi fans karena investasi besar klub belum berbuah seperti harapan.
Masalahnya bukan sekadar siapa yang menang di kamp latihan, melainkan siapa yang paling “bisa dipertanggungjawabkan” ketika musim dimulai di kandang lawan. Browns akan membuka musim di Jacksonville, lalu bertandang ke Tampa Bay, sebelum kembali ke Cleveland pada pekan ketiga melawan Carolina.
Monken merumuskan pilihannya dengan bahasa yang paling pragmatis: Watson memberi peluang terbaik untuk “menggerakkan bola dan mencetak poin”. Namun data yang beredar menampar narasi itu, karena QBR Watson di Cleveland tercatat 33,1 dan disebut akan menjadi yang terburuk jika ia memenuhi ambang jumlah start.
Dalam tabel riset ESPN, Watson (33,1) hanya sedikit di atas Will Levis (28,9) dan hampir setara dengan Cam Ward (33,2), sementara Zach Wilson (34) dan Davis Mills (38,6) berada di atasnya. Angka ini tidak berdiri sendiri, karena Browns mencatat rekor 9-10 saat Watson menjadi starter.
Kinerja yang tidak stabil diperparah oleh riwayat cedera yang memotong kontinuitas. Pada 2023, Watson menjalani operasi yang mengakhiri musim akibat fraktur bergeser pada glenoid bahu lempar kanan, dan ia absen sembilan laga termasuk kekalahan wild-card AFC dari Texans.
Musim 2025 bahkan ia lewatkan sepenuhnya setelah dua operasi untuk menangani robek tendon Achilles kanan yang terjadi pada Oktober 2024. Dalam olahraga yang menuntut timing dan ritme, jeda panjang dan pemulihan berulang sering membuat quarterback seperti “memulai dari nol” berkali-kali.
Di sisi lain, Sanders adalah pilihan ronde kelima 2025 yang mendapat repetisi tim utama secara bergantian dengan Watson sepanjang offseason dan training camp. Ia memulai laga pramusim kedua, sementara Watson memulai laga pembuka pramusim melawan Bears dengan 11 dari 15 operan untuk 126 yard, tetapi juga kehilangan fumble.
Komposisi roster memperlihatkan Browns menyiapkan jalur cadangan, tetapi belum siap memindahkan pusat gravitasi. Selain Watson dan Sanders, ada Dillon Gabriel tahun kedua dan Taylen Green pilihan ronde keenam 2026, dan Monken menyatakan starter tidak akan dimainkan pada final pramusim melawan Patriots.
Keputusan ini terasa seperti kemenangan “logika investasi” atas “logika performa”. Browns menukar tiga pilihan putaran pertama dan memberi kontrak lima tahun $230 juta yang sepenuhnya dijamin, sehingga mengganti Watson terlalu cepat berarti mengakui kegagalan proyek paling mahal mereka.
Di Cleveland, Watson juga tidak pernah sekadar pemain, melainkan simbol yang memecah publik. Lebih dari dua lusin perempuan menuduhnya melakukan kekerasan seksual dan perilaku tidak pantas saat sesi pijat, dan meski dua grand jury Texas menolak membawa kasus pidana, NFL tetap menjatuhkan skors 11 pertandingan, denda $5 juta, dan program perawatan setelah kesepakatan pada Agustus 2022.
Karena itu, booing yang ia sebut “personal” memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah, reputasi, dan rasa kepemilikan moral fans. Ketika performa di lapangan tidak menutup luka di luar lapangan, reaksi publik cenderung menjadi lebih keras dan lebih lama bertahan.
Permintaan maaf Watson adalah langkah yang diperlukan, tetapi belum tentu cukup untuk mengubah suasana. Ia sendiri mengakui “produk” dari investasi itu belum keluar, dan berkata ia ingin bertanggung jawab penuh atas kesempatan baru ini.
Namun tanggung jawab di NFL diukur dengan drive yang hidup, poin yang masuk, dan kemenangan yang konsisten. Jika Watson kembali tersendat, Browns akan diuji: berpegang pada keputusan “bukan week-to-week”, atau menyerah pada tekanan performa dan opini publik yang tak pernah benar-benar tidur.
Musim 2026 akan dimulai dengan satu realitas: Deshaun Watson starter Browns, dan Shedeur Sanders menunggu sebagai cadangan. Di luar skema dan playbook, Browns sedang menegosiasikan sesuatu yang lebih sulit, yaitu kepercayaan.
Watson berkata ia “hidup dari energi” fans dan komunitas, tetapi energi itu tidak bisa diminta, melainkan harus direbut kembali lewat permainan yang meyakinkan. Pertanyaannya kini sederhana dan tajam: apakah Browns memilih Watson karena ia paling siap, atau karena mereka belum siap melepaskan masa lalu yang sudah terlanjur mahal?
(Orbit dari berbagai sumber, 31 Agustus 2026)