Rayendra L Toruan: Siapa Pemimpin Agentic AI Cloud Asia Oseania?

Ilustrasi inovasi cloud dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia dan Oseania.

Ilustrasi inovasi cloud dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia dan Oseania.

Tech Life

Oleh Rayendra L Toruan

ORBITINDONESIA.COM - Alibaba Cloud kembali mempertegas posisinya sebagai pemimpin inovasi cloud dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia dan Oseania setelah dinobatkan sebagai Leader dalam laporan Omdia Market Radar: Agentic AI Cloud Titans in Asia & Oceania, 2026.

Pengakuan ini mencerminkan kekuatan strategi full-stack agentic AI Alibaba Cloud yang mampu menghadirkan infrastruktur, layanan model, serta ekosistem pengembangan AI yang komprehensif guna mendukung transformasi digital dan percepatan adopsi AI bagi perusahaan di berbagai sektor.

Meraih peringkat tertinggi pada enam dari sembilan aspek penilaian; diakui atas paradigma full-stack agentic AI pertamanya di industri Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan kecerdasan dari Alibaba Group, dinobatkan sebagai Leader dalam laporan terbaru Omdia Market Radar: Agentic AI Cloud Titans in Asia & Oceania, 2026.

Dalam laporan tersebut, Alibaba Cloud meraih peringkat tertinggi pada enam dari sembilan aspek penilaian, yaitu Agent Infrastructure, Model Services & Development Tools, Agent Development Suite, Native Agent Support, Security for Agentic AI, dan Open-Source Model.

Laporan Omdia secara sistematis menilai kapabilitas teknis, penetrasi pasar, dan posisi strategis para penyedia layanan cloud terkemuka di seluruh agentic AI cloud stack.

Dalam laporan ini, agentic AI cloud dikategorikan atas tiga lapisan, yaitu Agentic AI Infrastructure, Model-as-a-Service (MaaS) & Development Environments, dan Agentic AI SaaS atau disenut dengan AI Applications.

Kekuatan full-stack Agentic AI

Menurut laporan tersebut, Alibaba Cloud tampil sebagai penyedia layanan AI full-stack dengan kapabilitas terlengkap di setiap lapisan utama dalam ekosistem AI tersebut.

Ekosistem komprehensif tersebut mencakup chip AI proprietary, jaringan berperforma tinggi, Lingjun AI compute cluster, platform machine learning PAI, Model Studio, AgentScope, AgentRun, AgentBay, ACS Agent Sandbox, dan Function Compute.

“Diakui sebagai Leader dari Omdia menegaskan komitmen kami dalam memimpin babak baru dari perkembangan kecerdasan buatan,” ungkap Dr. Feifei Li, Chief Technology Officer dan President of International Business Alibaba Cloud Intelligence.

Sebagai penyedia cloud terkemuka yang mempercayakan seluruh platformnya pada paradigma Agent, pohak Feifei Li tidak lagi sekadar membangun alat, tetapi juga membentuk kembali ekosistem cloud.

Melalui infrastruktur full-stack agentic yang lengkap, aman, dan native, Alibaba Cloud memberdayakan enterprise dan developer di seluruh dunia untuk menghadirkan agen cerdas secara lebih mulus, serta menciptakan dampak bisnis yang nyata demikian Dr. Feifei Li.

Berdasarkan proyeksi pendapatan perangkat lunak AI dari Omdia, pasar agentic AI di Asia dan Oseania diperkirakan akan bertumbuh pesat, dari US$782 juta pada tahun 2025 menjadi US$11,2 miliar pada tahun 2030, dengan compound annual growth rate (CAGR) mencapai 94 persen.

Laporan juga menyoroti sejumlah faktor utama pendorong pertumbuhan pasar agentic AI. Teknologi informasi, layanan keuangan, dan ritel menjadi tiga sektor pemimpin adopsi agentic AI di kalangan enterprise.

Di luar implementasi berskala besar di kalangan enterprise, meningkatnya penggunaan alat open-source seperti OpenClaw dan berbagai variannya turut memantik lonjakan penerapan agen AI untuk kebutuhan personal.

Sebagai penyedia layanan AI full-stack, Alibaba Cloud berada di posisi yang unik untuk memanfaatkan pertumbuhan pesat pasar agentic AI.

Kapabilitas AI+Cloud memadukan fondasi teknologi yang kuat dengan kebutuhan implementasi enterprise, mencakup model Qwen open-source dan komersial yang dikenal luas, infrastruktur cloud kelas dunia, layanan model canggih, dan alat pengembangan yang dioptimalkan untuk generasi agen AI berikutnya.

Pada Mei 2026, Alibaba memperkenalkan Qwen3.7-Max, large language model terbaru yang dirancang untuk mendukung pendekatan agentic coding tingkat lanjut, penalaran (reasoning) yang kompleks, serta eksekusi tugas jangka panjang. Model ini menghadirkan kemampuan agen yang istimewa di berbagai domain.

Sebagai coding assistant tingkat lanjut, Qwen3.7-Max mendukung berbagai tugas pemrograman, mulai dari pengembangan prototipe frontend hingga rekayasa perangkat lunak multi-file yang kompleks.

Untuk meningkatkan produktivitas kerja perkantoran, Qwen3.7-Max mampu mengatur alur kerja multi-agen secara andal untuk menangani kebutuhan operasional yang semakin canggih dan rumit.

Alibaba Cloud telah memperbarui infrastrukturnya untuk menjawab tingginya kebutuhan komputasi dan beban kerja AI di era agentic AI. Melalui Panjiu AL128 Supernode Server, Alibaba Cloud mendukung inferensi agen yang lebih skalabel serta pelatihan model berskala besar.

Pembaruan ini menjadi upaya optimasi berkelanjutan dari Alibaba pada platform layanan model dengan terus meningkatkan kualitas dan performa modelnya.

Untuk mempermudah akses dan penerapan model AI, Alibaba Cloud memperkenalkan Qwen Cloud, platform cloud AI-native baru yang dirancang untuk bisnis dan agen AI agar dapat menggunakan layanan model dengan lebih mulus.

Dengan platform ini, developer, enterprise, dan prosumer dapat mengembangkan aplikasi serta agen berbasis AI secara lebih mudah dan efisien.

Untuk memungkinkan agen AI dapat terhubung dengan sumber daya cloud secara lebih mulus, Alibaba Cloud meluncurkan portal Skills baru yang mengubah kapabilitas umum dari lebih dari 60 produk cloud ke format berbasis Skill dan kompatibel dengan MCP.

Dengan pendekatan ini, agen AI dapat memanfaatkan sumber daya cloud secara natural, layaknya meminta instruksi fungsi.

Sejumlah produk inti Alibaba Cloud, termasuk database, big data, operasional dan pemeliharaan (O&M), serta keamanan, juga telah dilengkapi dengan agen khusus di tingkat produk untuk membantu enterprise mengelola lingkungan cloud yang kompleks secara lebih efisien.

Pengakuan dari Omdia memperkuat kredibilitas Alibaba Cloud sebagai mitra strategis bagi organisasi yang ingin mengembangkan implementasi agentic AI secara aman, skalabel, dan terintegrasi.

Dengan kombinasi infrastruktur AI, model open-source Qwen, platform pengembangan, serta inovasi berkelanjutan pada layanan cloud, Alibaba Cloud menjadi pilihan yang relevan bagi enterprise maupun developer yang ingin mempercepat transformasi digital dan menciptakan nilai bisnis melalui teknologi AI generasi berikutnya.

Predikat Leader dalam laporan Omdia Market Radar: Agentic AI Cloud Titans in Asia & Oceania, 2026 menegaskan komitmen Alibaba Cloud dalam membangun ekosistem full-stack agentic AI yang inovatif, aman, dan siap mendukung kebutuhan bisnis masa depan.

Seiring meningkatnya adopsi agentic AI di Asia dan Oseania, Alibaba Cloud berada pada posisi strategis untuk membantu enterprise memanfaatkan teknologi AI secara optimal melalui solusi cloud yang komprehensif, mendorong produktivitas, efisiensi operasional, serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

(Sumber: mmINDUSTRI.co.id) ***