Moana Live-Action Dihantam Kritik: Skor Rotten Tomatoes 37%
ORBITINDONESIA.COM – Moana live-action menjadi sorotan setelah meraih skor Rotten Tomatoes 37%, terburuk dalam sejarah adaptasi live-action Disney. Remake ini dinilai terlalu mirip versi animasinya, padahal Moana 2 baru rilis dua tahun sebelumnya.
Terjemahan artikel sumber menyebut banyak orang sejak awal skeptis terhadap ide remake Moana live-action, karena jarak rilisnya sangat dekat dengan Moana 2. Namun yang mengejutkan, film ini justru diterima sangat buruk oleh kritikus.
Dengan puluhan ulasan masuk, Moana live-action mengumpulkan 37% di Rotten Tomatoes. Angka itu lebih rendah dibanding setidaknya 12 film adaptasi Disney lain, termasuk yang selama ini dianggap paling lemah seperti Maleficent, Dumbo, dan Alice in Wonderland.
Keluhan utama kritikus mencakup visual yang datar, akting yang kurang menggigit, dan kesan bahwa film ini tidak perlu ada. Film disebut nyaris remake 1:1 dari versi animasi, tanpa alasan artistik yang kuat.
Terjemahan artikel sumber menilai Disney perlu berhenti sejenak untuk menata ulang strategi adaptasi live-action. Tidak semua film yang pernah dibuat Disney harus diadaptasi, apalagi yang baru saja tayang.
Ada jarak psikologis yang besar antara Lilo and Stitch yang rilis 24 tahun lalu dan Moana yang karakternya baru muncul di layar pada 2024. Ketika penonton belum sempat merindukan, remake terasa seperti pengulangan, bukan perayaan.
Ukuran paling menentukan tetap box office, dan sejarah Disney campur aduk. Artikel sumber mencatat 10 film terakhir dengan total global: Lilo and Stitch $1,03 miliar; Snow White $205 juta; Mufasa: The Lion King $722 juta; The Little Mermaid $569 juta; Cruella $233 juta.
Daftar itu berlanjut: Mulan $70 juta; Maleficent: Mistress of Evil $491 juta; The Lion King $1,6 miliar; Aladdin $1,05 miliar; Dumbo $353 juta. Angka-angka ini menunjukkan adaptasi bisa menjadi mesin uang, tetapi juga bisa jatuh keras.
Moana live-action disebut berbiaya sekitar $250 juta, dan itu membuat risiko membesar. Proyeksi terbaru yang dikutip artikel sumber memperkirakan pembukaan akhir pekan di kisaran $60–$65 juta, bahkan bisa serendah $40 juta yang oleh sebagian pihak disebut “katastropik”.
Sebagai pembanding, Lilo and Stitch disebut mencetak pembukaan $146 juta. Jika Moana hanya meraih setengah atau sepertiga, dan tren itu berlanjut ke total global, dampaknya bisa terasa sebagai bencana finansial.
Meski begitu, Disney disebut tetap melaju dengan proyek berikutnya. Yang paling dekat adalah Tangled versi live-action pada 2027.
Dalam pengembangan, artikel sumber menyebut Lilo and Stitch 2, Hercules, Maleficent 3, The Aristocats, dan Cruella 2. Ada juga daftar “ketiadaan besar” seperti The Princess and the Frog, Pocahontas, Tarzan, The Hunchback of Notre Dame, Big Hero 6, Encanto, Raya and the Last Dragon, Brave, serta Frozen 1 dan 2.
Artikel sumber menilai tidak satu pun dari daftar itu terdengar menarik atau perlu, meski Disney “tidak akan mampu menolak” Frozen. Prediksi penulis sumber bahkan menyebut Frozen live-action bisa menembus $2 miliar.
Masalah Moana live-action bukan semata skor 37%, melainkan sinyal kelelahan kreatif. Ketika remake dibuat terlalu setia, ia kehilangan fungsi sebagai tafsir baru dan berubah menjadi produk duplikasi.
Disney tampak mengandalkan nostalgia sebagai bahan bakar utama, tetapi nostalgia punya batas umur. Jika penonton masih ingat detail film aslinya, mereka akan menuntut alasan kuat mengapa versi baru pantas ada.
Strategi “adaptasi semua” juga menyimpan jebakan reputasi. Sekali publik menganggap live-action sebagai siklus produksi otomatis, setiap judul baru akan dibaca sebagai kalkulasi bisnis, bukan peristiwa budaya.
Dalam logika industri, anggaran besar menuntut pembukaan besar, dan pembukaan besar menuntut antusiasme. Ketika kritik menyebut visual datar dan performa mengecewakan, antusiasme bisa runtuh sebelum promosi sempat bekerja.
Namun ada pelajaran yang lebih luas dari kasus ini. Disney sebenarnya tidak kekurangan cerita, tetapi tampak kekurangan keberanian untuk membiarkan cerita baru tumbuh tanpa bayang-bayang IP lama.
Terjemahan artikel sumber menutup dengan kemungkinan bahwa jika Moana benar-benar menjadi bom besar dengan anggaran setinggi itu, Disney perlu memperlambat langkah dan memikirkan ulang rencana jangka panjang. Pertanyaannya bukan hanya film mana yang bisa dibuat ulang, melainkan kapan dan untuk apa remake itu dibuat.
Jika sinema adalah ruang imajinasi, maka pengulangan tanpa gagasan baru hanya akan mengikis kepercayaan penonton. Pada akhirnya, publik mungkin tidak menolak nostalgia, tetapi mereka menuntut makna yang segar di baliknya.
(Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)