Cubs vs Orioles 9-7: Hujan Homer, Alarm Bullpen Menyala

Bleed Cubbie Blue

Bleed Cubbie Blue

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Cubs vs Orioles berakhir 9-7 pada Rabu malam, kemenangan ketiga beruntun Chicago dan yang ke-18 dalam 24 laga terakhir. Tapi di balik pesta lima homer, Cubs nyaris membuang keunggulan enam run, menegaskan satu keyword yang makin dicari publik: masalah bullpen Cubs.

Laga ini dimulai dengan nada “musim 2026 versi Cubs”: pukulan jauh bertebaran, pertahanan memukau, namun relief pitching membuat jantung berdegup. Pada dua inning pertama skor masih buntu, bahkan Alex Bregman hampir membuka keran angka sebelum ditahan tangkapan luar biasa Taylor Ward.

Kemudian Pete Crow-Armstrong (PCA) memecah kebuntuan lewat homer inning ketiga, sekaligus menandai dirinya sebagai pemain MLB pertama musim ini yang menorehkan musim 20/20. Catatan lain yang menggarisbawahi betapa “haus” Cubs akan power, mereka sempat melewati 157 penampilan plate tanpa homer sebelum ledakan PCA itu.

Orioles membalas lewat Colin Rea, lalu Pete Alonso menghukum Cubs dengan homer dua run di inning keempat untuk keunggulan 3-1 Baltimore. Itu menjadi homer karier ke-16 Alonso melawan pitching Cubs, yang disebut sebagai jumlah terbanyaknya melawan tim di luar NL East.

Momentum berbalik di inning kelima ketika Cubs menyalakan mode “serangan udara” dengan tiga homer. Michael Conforto memimpin dengan homer pertama-pitch, disusul Carson Kelly pada lemparan berikutnya, lalu PCA menambah homer keduanya untuk membuat Cubs unggul lagi.

Dari data yang dikutip penulis sumber, homer beruntun Conforto-Kelly baru pasangan back-to-back kedua Cubs musim ini. Kontrasnya tajam, sebab dalam lima musim terakhir Cubs mampu mencatat 16, 12, 20, 10, dan 10 pasangan back-to-back, yang menunjukkan fluktuasi power sekaligus ketergantungan pada momen.

Inning ketujuh menjadi titik yang tampak seperti “KO” ketika Cubs mencetak lima run. Relief Orioles Grant Wolfram yang sebelumnya hanya memberi empat walk dari 113 batter, justru membuka inning itu dengan walk, memuat base, lalu dihukum lewat sac fly Bregman, wild pitch, dan akhirnya homer tiga run Michael Busch.

Secara matematis, keunggulan 9-3 seharusnya menutup pintu. Namun realitas bullpen modern sering tidak patuh pada logika, dan Cubs membuktikannya dengan hampir mengulang kisah buruk yang sama.

Drew Pomeranz kebobolan homer Tyler O’Neill dan rangkaian baserunner, sebelum Trent Thornton merapikan sisa inning dengan harga satu RBI. Lalu Caleb Thielbar yang disebut “tidak menjalani tahun yang bagus”, dihantam dua homer lagi hingga skor menipis menjadi 9-7.

Momen pertahanan datang saat Jackson Holliday menggandakan pukulan, menghadirkan Gunnar Henderson sebagai potensi penyama. Dansby Swanson menyelam menangkap line drive di tengah, sebuah permainan yang secara praktis menyelamatkan Cubs dari skenario terburuk.

Di inning kesembilan, Jacob Webb mengamankan tiga out untuk save keempatnya, yang ironisnya memimpin tim. Fakta “team-leading fourth save” itu terdengar seperti pujian, tetapi juga alarm: Cubs belum punya struktur penutup yang stabil sambil menunggu Daniel Palencia pulih.

Kemenangan ini terasa seperti kemenangan yang “membuka masalah”, bukan sekadar menutup pertandingan. Cubs memang menang karena daya gedor dan beberapa permainan defensif elit, tetapi pola nyaris kolaps saat unggul besar adalah sinyal sistemik, bukan kebetulan.

Jika sebuah tim butuh lima homer untuk bertahan dari comeback, maka pertanyaannya bukan “seberapa hebat serangan mereka”, melainkan “seberapa rapuh jembatan menuju akhir laga”. Di sinilah pekerjaan Jed Hoyer menjadi jelas, karena pasar trade untuk relief pitcher bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan kompetitif.

Catatan bahwa Cubs kini kembali mencetak lima homer, bahkan tiga kali dalam tujuh laga terakhir, menunjukkan tren ofensif yang sedang panas. Namun tren panas sering musiman, sedangkan bullpen yang bocor adalah masalah struktural yang akan muncul lagi saat Oktober menuntut presisi, bukan sekadar ledakan.

Klasemen juga menambah tekanan: Cubs memang memangkas jarak karena Brewers kalah, tetapi mereka masih tertinggal enam gim dari Milwaukee. Mereka juga memimpin Cardinals 3,5 gim dan unggul 1,5 gim atas Phillies untuk posisi wild card teratas, sehingga setiap kemenangan penting, dan setiap kebocoran bullpen menjadi mahal.

Laga Cubs vs Orioles 9-7 mengajarkan satu hal: Cubs bisa menang dengan banyak cara, tetapi mereka juga bisa hampir kalah dengan cara yang sama berulang-ulang. Serangan dan pertahanan memberi harapan, namun relief pitching memberi peringatan yang tidak bisa ditutupi highlight homer.

Saat Cubs melaju mengejar Brewers dan menjaga posisi wild card, pertanyaannya sederhana namun menentukan: apakah tim ini akan memperbaiki bullpen sebelum bullpen memperbaiki nasib mereka dengan cara yang menyakitkan. Dalam baseball, kemenangan yang nyaris lepas sering menjadi pesan paling jujur tentang apa yang harus dibenahi. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)