Badai Tropis Rachel Ancam Banjir Pesisir California Saat El Niño
ORBITINDONESIA.COM – Badai Tropis Rachel memicu peringatan banjir pesisir California, dari San Diego hingga Los Angeles, saat laut memanas tak biasa. Pusat Badai Nasional (NHC) menilai Rachel justru bisa menguat sebelum mencapai Pantai Barat, sebuah pola yang jarang terjadi di Pasifik timur.
Biasanya badai melemah ketika masuk perairan yang lebih dingin di dekat California. Namun El Niño dan gelombang panas laut membuat suhu samudra 10 hingga 13 derajat lebih tinggi dari normal, sehingga Rachel mendapat “bahan bakar” tambahan.
Ilmuwan iklim UC Agriculture and Natural Resources, Daniel Swain, menyebut peristiwa ini “tidak biasa” dan dimungkinkan oleh kombinasi palung tekanan rendah awal di lepas pantai California serta suhu laut “hangat rekor”. Rachel diperkirakan mendarat di Baja California utara atau San Diego County paling cepat Sabtu malam.
Dalam catatan modern, hanya dua badai yang melintasi California dengan kekuatan badai tropis. Yang pertama adalah El Cordonazo pada September 1939, menghantam Long Beach dan San Pedro dengan hujan 5,62 inci di Los Angeles selama tiga hari.
Peristiwa 1939 itu memunculkan hembusan angin hingga 65 mph dan menewaskan 45 orang akibat banjir, ditambah 48 korban di laut. Badai kedua adalah Nora pada September 1997, yang pusatnya melintas di sepanjang perbatasan California-Arizona.
California saat itu relatif luput dari kerusakan besar yang dialami Baja California, tetapi banjir jalan dilaporkan di Imperial County, Coachella Valley, dan San Diego. Ombak besar juga merusak properti tepi pantai di Seal Beach, merusak serius tiga rumah dan menimbulkan kerusakan ringan pada 45 rumah lainnya.
Kini, kantor National Weather Service (NWS) di San Diego mengeluarkan “tropical storm watch” yang langka untuk sebagian besar San Diego County. Ini baru kali kedua “tropical storm watch” diterbitkan di California, menandakan angin berkekuatan badai tropis mungkin terjadi dalam 48 jam.
Risiko terbesar Rachel bukan hanya angin, melainkan banjir pesisir California yang ditumpuk oleh beberapa faktor sekaligus. NWS menekankan pantai menghadap selatan paling rentan karena kombinasi pasang tinggi, elevasi muka air yang lebih tinggi dari biasanya, dan datangnya badai tropis.
Gelombang diperkirakan membawa potensi intrusi air, ombak berbahaya 3 hingga 6 kaki di beberapa lokasi, serta arus rip. Pejabat sebelumnya memprediksi pasang di California Selatan 1 hingga 1,5 kaki di atas normal, bahkan tanpa memperhitungkan anomali pemanasan laut terkait El Niño.
Fakta lapangan menunjukkan deviasi yang lebih ekstrem dari prediksi resmi. Sekitar pukul 09.00 Jumat, pasang tinggi di San Diego dan La Jolla tercatat 17 inci lebih tinggi dari prediksi NOAA, yang tidak memasukkan pemanasan laut atau swell badai tropis.
Di Santa Monica, pasang datang 16 inci lebih tinggi dari prediksi, sementara San Francisco 14 inci lebih tinggi. Meteorolog NWS San Diego Miguel Miller menyebut “semua hal ini saling menumpuk,” dan beberapa pekan terakhir sudah memperlihatkan pasang tinggi saja mampu mendorong air ke tempat yang biasanya tetap kering.
NWS mengeluarkan coastal flood advisory untuk Ventura, Los Angeles, Orange, dan San Diego counties hingga Selasa sore. Peringatan itu menyoroti potensi genangan di parkiran pantai, boardwalk, dan jalan, dengan kemungkinan penutupan jalan terisolasi serta erosi pesisir ringan.
Sejumlah kota pesisir seperti Laguna Beach, Newport Beach, dan Long Beach sudah mengalami banjir signifikan. Long Beach bahkan mengeluarkan perintah evakuasi wajib bagi warga Seaside Walk antara 64th dan 66th Place.
Untuk hujan, sisa kelembapan tropis Rachel diperkirakan hanya membawa hujan ringan di banyak wilayah California Selatan dari Minggu pagi hingga Senin malam. Namun Mojave Desert, Inland Empire, dan sebagian San Diego County berpotensi menerima curah hujan lebih signifikan.
NWS memperingatkan peluang moderat 40% hujan berlebihan yang dapat memicu banjir bandang di San Diego, El Cajon, Chula Vista, Escondido, Palm Springs, dan Twentynine Palms. Risiko moderat berarti banjir bandang dalam jumlah banyak kemungkinan terjadi, dan banyak aliran sungai bisa meluap.
Ada peluang Sungai San Diego dekat Fashion Valley mencapai status banjir minor. Di wilayah lain seperti Oceanside, San Clemente, Laguna Niguel, Riverside, San Bernardino, Las Vegas, dan perbatasan California-Arizona, peluangnya 15%.
Wilayah seperti Huntington Beach, Santa Ana, Long Beach, Anaheim, Pomona, Victorville, Barstow, serta sebagian besar Arizona dan Utah selatan memiliki peluang 5%. Untuk Los Angeles County, hujan diperkirakan ringan hingga sedang, sekitar seperempat inci hingga satu inci di banyak area.
San Gabriel Mountains diperkirakan menerima sedikit lebih banyak hujan, menurut kantor NWS Oxnard. Laju hujan diperkirakan seperempat inci per jam atau kurang, sehingga risiko debris flow dan longsor dinilai kecil.
Orange County diperkirakan menerima hujan lebih tinggi, dengan wilayah pesisir mendapat setengah inci hingga satu inci selama akhir pekan hingga awal pekan depan. Pesisir San Diego County bisa menerima satu hingga satu setengah inci, dengan angka lebih tinggi diprediksi di wilayah pedalaman.
Di balik angka-angka ini, El Niño menjadi konteks yang memperbesar ketidakpastian dan memperluas spektrum risiko. Nora pada 1997 datang saat El Niño “sangat kuat,” yang biasanya terkait aktivitas badai lebih tinggi di Pasifik timur serta peluang hujan musim dingin di California Selatan yang di atas rata-rata.
NOAA Climate Prediction Center menyatakan peluang El Niño musim ini dikategorikan “sangat kuat” nyaris 100%. Bahkan ada peluang 83% El Niño ini menjadi yang terkuat dalam catatan sejak 1950, naik dari 75% pada proyeksi bulan lalu.
Dalam catatan modern, hanya empat El Niño “sangat kuat” terjadi: 1982-83, 1991-92, 1997-98, dan 2015-16. Dua di antaranya, 1982-83 dan 1997-98, mengguyur pusat kota Los Angeles lebih dari 30 inci hujan, lebih dari dua kali rata-rata tahunan.
Namun El Niño 2015-16 justru kering bagi California Selatan, dengan pusat kota Los Angeles hanya menerima sekitar setengah curah hujan tahunan. Meski begitu, periode tersebut bertepatan dengan erosi pesisir rekor di banyak pantai California menurut Coastal Commission negara bagian.
Rachel mengungkap satu pelajaran yang sering diabaikan: bencana pesisir bukan hanya soal badai, melainkan soal “baseline” laut yang sudah naik lebih dulu. Ketika pasang datang lebih tinggi dari prediksi resmi, ruang toleransi kota-kota pesisir menyempit, dan gangguan kecil pun berubah menjadi krisis.
Keanehan Rachel juga memukul asumsi lama bahwa badai tropis akan “mati” sebelum menyentuh California. Jika suhu laut yang menghangat 10 hingga 13 derajat di atas normal bisa membuka jalur baru bagi badai, maka peta risiko perlu diperbarui, bukan sekadar mengandalkan sejarah yang jarang.
Yang paling mengkhawatirkan adalah efek tumpukan: pasang tinggi, muka air lebih tinggi, dan gelombang besar hadir bersamaan. Dalam kondisi seperti itu, mitigasi tidak cukup dengan imbauan umum, melainkan perlu penutupan akses, evakuasi selektif, dan komunikasi risiko yang jujur.
El Niño menambah dimensi politik dan kebijakan, karena ia sering dipahami publik sebagai “musim hujan datang,” padahal dampaknya tidak pernah pasti. Pernyataan Climate Prediction Center bahwa dampak “lebih besar, meski tidak dijamin” seharusnya menjadi dasar kehati-hatian, bukan alasan menunggu kepastian.
Jika kota-kota pesisir terus berkembang tanpa memperhitungkan variabilitas iklim ekstrem, maka setiap anomali pasang akan menguji infrastruktur yang tidak dirancang untuk kondisi baru. Rachel mungkin hanya sebuah badai, tetapi ia bisa menjadi pratinjau masa depan yang lebih sering.
Di California, Badai Tropis Rachel menempatkan banjir pesisir sebagai ancaman utama, dengan hujan lebat lokal dan banjir bandang sebagai risiko tambahan di beberapa wilayah. Data NWS dan NOAA menunjukkan tanda-tanda awal sudah nyata, dari pasang yang melampaui prediksi hingga evakuasi di Long Beach.
Peristiwa ini menegaskan bahwa perubahan kondisi laut dapat mengubah “kemungkinan” menjadi “kenyataan,” bahkan di wilayah yang jarang mengalami badai tropis. Pertanyaannya bukan lagi apakah badai seperti ini mungkin terjadi, melainkan seberapa siap kita menerima normal baru yang lebih basah, lebih tinggi, dan lebih cepat datang.
(Orbit dari berbagai sumber, 13 Oktober 2026)