Kapal Induk Fujian China Memperkenalkan Perisai Hard-Kill Anti-Torpedo Pertama di Dunia

Kapal induk Type 003 Fujian milik China.

Kapal induk Type 003 Fujian milik China.

Tech Life

ORBITINDONESIA.COM - Kapal induk Type 003 Fujian milik China dilaporkan menghadirkan kemampuan anti-torpedo jenis hard-kill yang dirancang untuk menangkal ancaman kapal selam canggih milik Amerika Serikat.

Keputusan China untuk melengkapi kapal induk Fujian dengan sistem anti-torpedo jenis hard-kill sebagaimana dilaporkan menandakan pergeseran operasional dalam doktrin ketahanan kapal induk yang dapat mengubah kalkulasi peperangan kapal selam di seluruh wilayah pertempuran Indo-Pasifik dalam dekade mendatang.

Kemampuan yang dilaporkan ini muncul seiring langkah Beijing mempercepat transisi dari operasi penangkalan akses laut (sea-denial) regional menuju proyeksi kekuatan laut lepas (blue-water) yang berkelanjutan, yang dirancang untuk menantang dominasi Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) yang telah lama mengakar di kawasan maritim Pasifik Barat.

Publikasi militer China, Defence Review, mendeskripsikan arsitektur pertahanan bawah air baru pada kapal induk Fujian tersebut sebagai sistem intersepsi aktif yang dirancang khusus untuk melumpuhkan torpedo berat canggih, yang mengancam aset angkatan laut bernilai tinggi, yang beroperasi di dekat titik-titik sempit maritim yang menjadi wilayah sengketa.

Laporan tersebut, yang kemudian disorot oleh South China Morning Post pada 3 Juli 2026, menggambarkan sistem itu sebagai respons teknologi terhadap tekanan yang kian meningkat dari kapal selam serang bertenaga nuklir Amerika yang semakin canggih, yang beroperasi di dekat wilayah pinggiran maritim China.

Oleh karena itu, laporan mengenai sistem torpedo anti-torpedo tersebut mencerminkan upaya Beijing untuk mengurangi kerentanan operasional terkait kemampuan bertahan hidup kapal induk dalam skenario potensi konflik maritim intensitas tinggi yang melibatkan armada kapal selam Amerika Serikat atau sekutunya.

Para ahli strategi Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) tampaknya sangat berfokus untuk menangkal ancaman operasional yang ditimbulkan oleh kapal selam kelas Seawolf milik Amerika Serikat dan program SSN(X) di masa depan; keduanya dirancang untuk misi penetrasi jauh dalam operasi peperangan anti-akses dan anti-kapal induk.

Meskipun otoritas China belum secara resmi mengonfirmasi status operasional sistem tersebut, modifikasi perangkat keras yang terlihat pada kapal induk Fujian telah meningkatkan sorotan internasional terhadap arah masa depan pertahanan kapal induk dan persaingan di medan tempur bawah air.

Pengerahan yang dilaporkan ini menggarisbawahi bagaimana persaingan angkatan laut antara Washington dan Beijing semakin meluas melampaui jangkauan rudal dan kemampuan penerbangan, merambah ke ranah fusi sensor bawah air, sistem intersepsi otonom, dan arsitektur peperangan anti-kapal selam yang terintegrasi.

Fujian dilaporkan mengganti peluncur bom kedalaman (depth-charge) dua belas tabung model lama yang sebelumnya dipasang pada kapal induk Liaoning dan Shandong dengan peluncur torpedo ringan 324 mm enam tabung yang dikonfigurasi untuk misi intersepsi aktif terhadap ancaman bawah air yang mendekat.

Transisi ini mencerminkan evolusi doktrin yang beralih dari sistem pertahanan soft-kill tradisional yang terutama mengandalkan umpan akustik dan perangkat penghasil kebisingan menuju metode intersepsi kinetik yang bertujuan menghancurkan torpedo penyerang secara fisik sebelum terjadi benturan akhir (terminal impact).

Para analis militer China dilaporkan menggambarkan sistem ini dirancang khusus untuk mencegat torpedo canggih yang melakukan manuver penghindaran, termasuk perubahan kedalaman secara cepat, pola navigasi belokan berbentuk huruf S, dan penyesuaian profil serangan tahap akhir di dekat formasi kapal induk.

(Sumber: Teknologi & Strategi Militer) ***