Buku Puisi Esai Atas Nama Cinta Kini Tersedia dalam Versi Bahasa Inggris di Google Play Books
Berlatar peristiwa kerusuhan Mei 1998 di Jakarta, buku ini mengajak pembaca menelusuri salah satu babak paling kelam dalam sejarah Indonesia. Gelombang demonstrasi yang berhasil menggulingkan rezim otoriter Presiden Soeharto menandai awal transisi menuju demokrasi. Namun, di tengah perubahan politik tersebut, terjadi pula kerusuhan rasial yang menyasar masyarakat Tionghoa. Puluhan perempuan Tionghoa menjadi korban kekerasan seksual, sementara berbagai laporan juga mencatat pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan serta anak perempuan Tionghoa.
Atas Nama Cinta merupakan buku puisi esai pertama yang mengangkat berbagai isu diskriminasi di Indonesia. Lima kisah fiksi di dalamnya berangkat dari peristiwa nyata, mulai dari diskriminasi terhadap komunitas Ahmadiyah, homoseksualitas, kisah seorang pekerja migran yang menjadi korban pemerkosaan, perbedaan agama, hingga dampak kerusuhan rasial Mei 1998. Melalui perpaduan antara fakta dan sastra, buku ini menghadirkan refleksi kemanusiaan atas berbagai persoalan yang masih relevan hingga kini.
Buku ini juga menjadi salah satu tonggak awal perkembangan puisi esai sebagai bentuk ekspresi sastra yang memadukan narasi, data, dan catatan kaki, serta menginspirasi lahirnya karya-karya serupa dari para penulis di Indonesia maupun berbagai negara.
E-Book (English Edition):
https://play.google.com/store/books/details/In_the_Name_of_Love_Essay_Poetry_Related_to_Issues?id=l7gqEAAAQBAJ&hl=en_GB