Sony RX10 V Resmi: Kamera Superzoom 24-600mm, 4K 120fps, Harga Rp Setara?

Engadget

Engadget

Internasional

ORBITINDONESIA.COM – Sony RX10 V akhirnya diperkenalkan sebagai kamera compact superzoom dengan lensa 24-600mm dan sensor 1 inci 20,1MP, namun banderolnya US$2.300 langsung memantik debat. Di satu sisi ia menjanjikan autofocus AI, burst 30 fps, dan video 4K 60 fps 10-bit, tetapi di sisi lain ada kompromi desain dan fitur yang terasa ganjil untuk kelas harga ini. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Sony merombak RX10 V dibanding RX10 IV yang sudah berusia sekitar sembilan tahun, dengan bodi lebih modern, grip lebih besar, dan kontrol manual lebih lengkap. Segmen kamera compact premium sendiri sedang terjepit oleh ponsel, sehingga produsen biasanya “menang” lewat zoom ekstrem, kecepatan, dan video serius. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Karena itu, RX10 V diposisikan untuk wisatawan, street shooter, dan pembuat konten yang butuh jangkauan 24-600mm tanpa ganti lensa. Namun pasar juga makin sensitif pada value, sehingga setiap fitur yang absen akan terasa lebih “mahal” daripada angka di label. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Dari sisi optik, RX10 V mempertahankan lensa 9,1-210mm (ekuivalen 24-600mm) dengan bukaan f/2.4-4.0, yang secara praktis mencakup wide untuk lanskap sampai tele untuk satwa. Sensor 1 inci 20,1MP bertipe stacked disebut tidak berubah, sehingga kualitas foto low light dan rolling shutter minim seharusnya tetap menjadi kekuatan. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Masalahnya, tidak ada peningkatan resolusi, dan flash bawaan RX10 IV justru hilang. Untuk kamera compact 1 inci, keputusan “bertahan di 20,1MP” bisa dibaca sebagai fokus pada kecepatan, tetapi tetap sulit diterima ketika harga melompat ke wilayah kamera interchangeable lens. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Kecepatan menjadi kartu truf yang nyata, karena prosesor baru memungkinkan burst 30 fps tanpa blackout pada electronic shutter, naik dari 24 fps di generasi sebelumnya. Sony juga menambahkan “continuous shooting speed boost”, fitur yang membuat pengguna bisa meloncat instan ke burst maksimum saat momen penentu muncul. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Autofocus mendapat “makeover” AI yang agresif, dengan deteksi wajah, mata, kepala, dan tubuh untuk manusia, burung, dan hewan, plus kendaraan dan serangga. Dengan prosesor AI terpisah, pelacakan diklaim tetap menempel meski subjek menoleh, menunduk, atau bergerak tak beraturan, dan kecepatan AF/AE untuk tracking naik ke 60 fps. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Jumlah titik AF naik ke 575 dari 315, dengan cakupan sensor 70 persen, yang secara praktis berarti komposisi lebih fleksibel tanpa harus “mengunci” subjek di tengah. Ini penting untuk lensa supertele, karena di 600mm, sedikit saja subjek bergeser sudah bisa lepas dari fokus bila sistem tidak responsif. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Peningkatan terbesar justru pada video, karena RX10 V kini menawarkan 4K 60 fps 10-bit dengan opsi All-Intra, XAVC S, dan XAVC HS, memakai lebar sensor penuh tanpa pixel binning agar lebih tajam. Ada juga 4K 120 fps untuk slow motion dengan crop ringan, serta 1080p 240 fps untuk kebutuhan aksi. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Dukungan S-Log3, impor hingga 16 LUT untuk pratinjau look, dan stabilisasi yang diklaim lebih halus saat berjalan, menempatkan kamera ini dekat dengan workflow videografer. Sony bahkan menambahkan live streaming hingga 4K 30 fps, sebuah sinyal bahwa RX10 V ingin hidup di ekosistem kreator, bukan sekadar kamera liburan. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Desainnya kini lebih kotak dan sleek, mengikuti estetika A7 V, dengan joystick, tiga dial, control wheel, dan dial atas ganda yang memisahkan foto, video, dan S&Q. Tombol AF-ON juga hadir, yang biasanya dicari pengguna tingkat lanjut untuk kontrol fokus ala kamera profesional. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

EVF naik ke 3,69 juta dot dan layar belakang ke 1,62 juta dot, sehingga framing dan review mestinya terasa lebih presisi. Namun layar hanya tilt dan tidak flip-out, sehingga kurang ideal untuk vlogging dan selfie, sebuah kekurangan yang terasa “tak pantas” untuk harga premium. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Fitur lain mencakup satu slot SD UHS-II, baterai NP-FZ100 yang diklaim hingga 630 jepretan, micro HDMI, port mic dan headphone 3,5mm, serta USB-C berkecepatan tinggi untuk charging dan transfer. Paket ini solid, tetapi tetap meninggalkan pertanyaan mengapa di kelas harga ini hanya ada satu slot kartu, sementara kebutuhan kerja sering menuntut backup. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

RX10 V tampak seperti jawaban Sony untuk orang yang ingin “satu kamera untuk semua”, dari street hingga satwa, dari dokumenter hingga slow motion. Namun strategi itu hanya masuk akal jika publik menerima premis bahwa kenyamanan 24-600mm dan video 10-bit lebih berharga daripada fleksibilitas sistem lensa dan sensor lebih besar. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Di titik inilah harga US$2.300 menjadi narasi utama, karena ia mendorong RX10 V bertarung bukan lagi dengan compact biasa, melainkan dengan kamera mirrorless dan lensa terpisah di pasar bekas maupun baru. Ketika resolusi sensor tidak naik, flash hilang, dan layar tidak fully articulating, RX10 V seolah meminta kepercayaan konsumen tanpa memberi “bonus” yang lazim di kelas premium. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Meski begitu, ada pembeli yang memang tidak ingin ribet, dan bagi mereka RX10 V menawarkan kecepatan 30 fps, tracking AI yang luas, serta 4K 60 10-bit yang serius dalam satu bodi. Jika Sony berhasil meyakinkan segmen ini, RX10 V bisa menjadi bukti bahwa compact premium belum mati, hanya berubah menjadi alat kerja spesialis. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Sony RX10 V adalah kamera superzoom yang tampak dirancang untuk “menutup semua lubang” kebutuhan lapangan, dari jangkauan 24-600mm sampai video 4K 120 fps. Namun di balik spesifikasi yang mengilap, ada absensi fitur yang membuat orang bertanya apakah label US$2.300 dibayar untuk inovasi, atau untuk kenyamanan. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)

Pada akhirnya, RX10 V memaksa kita menimbang ulang arti value di era kamera: apakah kita membeli kualitas gambar semata, atau membeli peluang untuk tidak kehilangan momen. Jika sebuah kamera mampu membuat pemiliknya lebih sering memotret dan merekam dengan percaya diri, mungkin harga terasa masuk akal, tetapi pertanyaannya tetap: seberapa mahal “tidak ingin ganti lensa” bagi Anda. (Orbit dari berbagai sumber, 17 Juli 2026)