Trump Accounts: Tabungan Anak AS, Bonus $1.000, dan Risiko Kesenjangan
ORBITINDONESIA.COM – Trump Accounts adalah program tabungan dan investasi anak di AS yang diluncurkan 4 Juli, menawarkan “uang gratis” $1.000 dari pemerintah bagi bayi tertentu. Skema ini dijual sebagai jalan cepat membangun dana pensiun sejak lahir, tetapi memunculkan pertanyaan tentang siapa yang benar-benar akan diuntungkan.
Trump Accounts, juga disebut akun 530A, dirancang sebagai kendaraan investasi jangka panjang untuk anak di bawah 18 tahun. Berbeda dari 529 yang fokus pendidikan, dana Trump Accounts pada dasarnya “dikunci” hingga usia 18 dan lalu bertransformasi mengikuti aturan IRA tradisional.
Pemerintah menyediakan setoran awal satu kali $1.000 untuk bayi yang lahir 2025–2028, tetapi hanya setelah orang tua membuka akun. Di atas kertas, ini tampak sederhana, namun prasyarat administrasi sering menjadi penghalang paling nyata bagi keluarga berpenghasilan rendah.
Program ini juga membawa campuran aktor publik dan privat dalam satu panggung. Bank of New York Mellon mengelola akun awal, sementara aplikasi Trump Accounts dibangun bersama Robinhood, yang menambah lapisan teknologi sekaligus potensi kerentanan penipuan.
Secara mekanik, keluarga dapat menyetor hingga $5.000 per tahun dalam dana after-tax sampai tahun sebelum anak berusia 18, dengan indeks inflasi setelah 2027. Pemberi kerja boleh menambah hingga $2.500 per pekerja per tahun, masuk dalam batas $5.000 dan tidak dihitung sebagai penghasilan kena pajak menurut IRS.
Ada insentif tambahan dari filantropi yang tidak merata secara geografis dan demografis. Anak kelahiran 2016–2024 bisa menerima $250 jika tinggal di ZIP code berpendapatan median $150.000 atau kurang, dari komitmen $6,25 miliar Michael Dell dan Susan Dell.
Di New York City saja, sekitar 754.200 anak disebut memenuhi syarat untuk hibah Dell senilai total $188,5 juta, dan 186.900 anak memenuhi syarat setoran Treasury $1.000 senilai $186,9 juta. Angka ini menunjukkan skala, tetapi juga menegaskan betapa program bergantung pada pendataan lokasi dan kepatuhan pendaftaran.
Proyeksi resmi di TrumpAccounts.gov menyebut dana $1.000 tanpa kontribusi lanjutan bisa tumbuh menjadi $6.000 pada usia 18 dan $243.000 pada usia 55, dengan asumsi rerata historis S&P 500 di atas 10%. Namun Morningstar mensimulasikan rerata 6,3% per tahun, yang berarti hasil akhir berpotensi jauh lebih rendah dari narasi optimistis.
Untuk mencapai angka spektakuler, keluarga harus memaksimalkan kontribusi bertahun-tahun dan berharap pasar “kuat tanpa putus,” kata perencana keuangan Douglas Boneparth. Di titik ini, Trump Accounts berubah dari “program universal” menjadi alat yang paling efektif bagi rumah tangga dengan arus kas stabil.
Masalah lain adalah akses dan literasi digital. Treasury menegaskan komunikasi resmi hanya melalui email no-reply@trumpaccounts.treasury.gov, dan panggilan atau SMS dianggap indikasi scam, sebuah peringatan yang menandakan risiko penipuan sudah diperhitungkan sejak awal.
Ketentuan penarikan juga ketat. Dana umumnya tidak dapat diambil sebelum 18 tahun, dan setelah itu mengikuti IRA tradisional, sehingga penarikan sebelum 59½ biasanya kena pajak dan penalti 10% kecuali pengecualian seperti biaya pendidikan atau pembelian rumah pertama.
Trump Accounts dipromosikan sebagai demokratisasi kepemilikan modal, dengan argumen bahwa “return on capital” mengalahkan “return on labor,” seperti dikatakan Brad Gerstner dari Altimeter Capital. Retorika ini kuat, karena menyasar kecemasan kelas menengah tentang masa depan kerja dan biaya hidup.
Namun desain insentifnya menyimpan paradoks. Setoran awal $1.000 memang universal untuk cohort kelahiran tertentu, tetapi pertumbuhan terbesar datang dari kontribusi rutin, yang secara realistis lebih mudah dilakukan keluarga mapan.
Urban Institute memperingatkan partisipasi keluarga berpendapatan rendah cenderung rendah dan kontribusi akan berbeda tajam menurut pendapatan, sehingga manfaat dapat terkonsentrasi pada rumah tangga kaya. Jika itu terjadi, program yang diniatkan menutup kesenjangan justru berisiko mengukuhkan ketimpangan lewat compounding.
Ada juga dimensi “branding kebijakan” yang patut dicermati. Ketika tabungan anak dibungkus nama politik dan disalurkan lewat ekosistem aplikasi, kebijakan sosial berpotensi berubah menjadi produk, dan warga menjadi pengguna yang harus paham syarat, risiko pasar, dan ancaman scam.
Di sisi lain, mengabaikan uang gratis juga bukan pilihan rasional bagi banyak keluarga. Bagi sebagian orang, membuka akun hanya untuk mengunci setoran awal dan opsi konversi ke Roth IRA di masa depan bisa menjadi strategi, selama mereka memahami biaya peluang dibanding 529, UGMA/UTMA, atau Roth IRA berbasis penghasilan anak.
Trump Accounts memperlihatkan ambisi besar: menanamkan investasi pasar saham sejak bayi, dengan janji kebebasan finansial jangka panjang. Tetapi kebijakan yang bergantung pada pendaftaran aktif, kontribusi berulang, dan asumsi pasar yang optimistis selalu berisiko memberi hadiah terbesar kepada mereka yang sudah punya modal.
Pertanyaan kuncinya sederhana namun menentukan. Apakah negara sedang membangun “tangga” untuk semua anak, atau hanya memperlebar “eskalator” bagi keluarga yang sudah mampu naik lebih cepat?
Jika Trump Accounts ingin benar-benar menjadi alat pemerataan, ukuran keberhasilannya bukan jumlah akun yang dibuka, melainkan siapa yang konsisten menabung dan siapa yang tertinggal. Di situlah publik perlu lebih kritis, karena masa depan ketimpangan sering ditentukan oleh detail yang tampak kecil hari ini.
(Orbit dari berbagai sumber, 2 September 2026)