Buku Baru yang Mengajak Pembaca Menyelami Sisi Batin dan Laku Spiritual Pak Harto
LAKU SPIRITUAL PAK HARTO, INDONESIA DAN KEJAWEN - Analisis SWOT Negara ala Jawa
ORBITINDONESIA.COM - Ini adalah sebuah buku baru, tentang mantan Presiden Soeharto serta bacaan keadaan bangsa dan negara dewasa ini.
Di balik sosoknya sebagai penguasa Orde Baru yang penuh kontroversi, Soeharto menyimpan dimensi lain yang jarang tersorot: laku spiritual yang diyakininya sebagai sumber keteguhan, ketenangan dan daya tahannya dalam memimpin negeri selama lebih dari tiga dekade.
Buku ini ditulis oleh seorang wartawan senior, yang mulai aktif sebagai wartawan tahun 1971 dan kini masih menjabat Pemimpin Umum Panji Masyarakat, dan mengikuti dinamika kekuasaan dari dekat.
Buku ini mengungkap sisi batin seorang presiden yang kerap tampil dingin dan hemat kata; juga kebiasaan tirakat, kepercayaan pada pertanda, relasi dengan tokoh-tokoh kebatinan dan agama, hingga praktik-praktik spiritual Jawa yang memengaruhi pengambilan keputusan politik.
Ia mengajak pembaca menyelami lapisan terdalam kepemimpinan Soeharto.
Buku ini bukan merupakan penghakiman ataupun wujud pengagungan, melainkan menghadirkan potret manusiawi seorang pemimpin. Bahwa di balik kalkulasi politik dan strategi kekuasaan, terdapat interaksi dan hubungan yang dipertahankan seorang pemimpin dengan semesta.
Laku Spiritual Pak Harto adalah upaya memahami sejarah dari sudut yang lebih hening: ruang sunyi tempat kuasa dan spiritualitas saling berkelindan.
Sebagaimana judul lengkapnya, buku ini juga menyajikan “bacaan ala Kejawen” dalam versi analisa SWOT yaitu Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats atau kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atas bangsa dan negara Indonesia sekarang ini, termasuk para Presidennya, sejak Bung Karno sampai Prabowo.
Buku semakin menarik karena dilengkapi Kata Pengantar dari Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas dan Kompas.id Paulus Tri Agung Kristanto: Mistik Kejawen dalam Negara “Pascakolonialisme” Jawa.
Sebuah bacaan reflektif bagi siapa pun yang ingin melihat sisi lain dari perjalanan panjang kepemimpinan dan Republik Indonesia, semenjak diproklamasikan sampai dengan sekarang.***