Box Office Akhir Pekan: The Dog Stars Gagal, Spider-Man Meroket
ORBITINDONESIA.COM – Box office akhir pekan ini menyorot kontras tajam: “The Dog Stars” membuka lemah, sementara “Spider-Man: Brand New Day” makin dekat memecahkan rekor domestik. Disney dan 20th Century hanya mengantongi US$8 juta dari 3.330 lokasi, sebuah sinyal bahaya bagi film berbiaya produksi di atas US$80 juta.
Terjemahan artikel sumber: “The Dog Stars” tak sanggup melawan panas di puncak musim panas dan meleleh pada akhir pekan pembukaannya. Film Disney dan 20th Century itu hanya meraih US$8 juta di pasar domestik dari 3.330 lokasi, finis di peringkat kelima.
Thriller pasca-apokaliptik ini menelan biaya produksi lebih dari US$80 juta, tetapi tidak diterima baik oleh kritikus maupun penonton. Nilainya 40% di Rotten Tomatoes dan hanya mendapat rapor “C+” dari jajak pendapat CinemaScore.
“The Dog Stars” diperkirakan akan merugi puluhan juta dolar selama penayangan bioskop, sehingga menjadi salah satu kegagalan terbesar sutradara Ridley Scott. Pembukaan buruk ini mengingatkan pada film Scott tahun 2021, “The Last Duel,” yang dibuka hanya US$4,7 juta pada Oktober tahun itu dengan anggaran sekitar US$100 juta.
Drama sejarah tersebut juga dirilis oleh 20th Century, namun diterima jauh lebih baik oleh kritikus. Scott yang dikenal lewat “Gladiator” dan “Alien,” mencapai puncak box office pada 2015 lewat “The Martian” yang meraup US$630 juta global dan meraih tujuh nominasi Oscar termasuk Film Terbaik.
“The Dog Stars” menutup musim panas yang naik-turun bagi Disney. Studio itu sukses besar lewat “Toy Story 5” (US$1,12 miliar) dan “The Devil Wears Prada 2” (US$692 juta), tetapi juga mencatat kegagalan seperti “Moana” versi live-action (US$308 juta dengan biaya US$250 juta) dan “The Mandalorian and Grogu” (US$345 juta dengan biaya US$165 juta).
Sulit membayangkan Disney benar-benar khawatir, karena “Avengers: Doomsday” sudah menunggu untuk Desember dan diprediksi akan meledak di box office. “The Dog Stars” dibintangi Jacob Elordi sebagai Hig, penyintas kiamat yang kesepian bersama anjingnya.
Setelah menangkap sinyal siaran misterius, ia bertekad melacak sumbernya. Pemeran lain termasuk Margaret Qualley, Josh Brolin, Guy Pearce, Allison Janney, dan Benedict Wong.
Pendatang besar lain akhir pekan ini, “Coyote vs. Acme,” berada di peringkat ketiga setelah meraih estimasi US$13,5 juta domestik dari 3.575 layar. Film hibrida live-action dan animasi itu sempat ditinggalkan distributor asalnya, Warner Bros., demi kredit pajak, yang memicu kemarahan sebagian komunitas film.
Ketchup Entertainment menyelamatkan judul itu pada Maret 2025 dan menjadwalkannya rilis bioskop. “Coyote vs. Acme” menampilkan Wile E. Coyote menggugat Acme Corporation karena produknya terlalu sering gagal saat ia mengejar Road Runner.
Pemerannya termasuk Will Forte, Lana Condor, John Cena, Tone Bell, Martha Kelly, Luis Guzmán, P.J. Byrne, dan John Early. Dave Green menyutradarai dengan naskah dari Samy Burch.
Di posisi pertama, lagi-lagi, ada “Spider-Man: Brand New Day” dari Sony dan Marvel. Film itu meraup US$22,2 juta hingga Minggu, hanya turun 44% dari pekan lalu, dan total domestiknya mencapai US$891 juta.
“Brand New Day” berada di ambang dua tonggak box office besar. Setelah melampaui US$936 juta, film ini akan menjadi film terlaris sepanjang masa di box office domestik, menggeser rekor yang kini dipegang “Star Wars: The Force Awakens” (2015).
Jika melewati patokan itu, “Spider-Man” akan melaju untuk menjadi film pertama yang menembus US$1 miliar di Amerika Utara saja. Sementara itu, “The Odyssey” dari Universal terus mengesankan.
Epik Yunani itu berada di posisi kedua dengan US$14,6 juta pada akhir pekan ketujuhnya, sehingga total Amerika Utaranya menjadi US$564 juta. Blockbuster itu disutradarai Chris Nolan.
“Insidious: Out of the Further” dari Sony meraih US$10,1 juta, turun 60% pada akhir pekan kedua, dan finis di peringkat keempat. Total domestik sekuel horor itu mencapai US$43 juta, awal yang bagus mengingat biaya produksinya sekitar US$18 juta.
Dalam bahasa box office, pembukaan US$8 juta untuk film berbiaya >US$80 juta adalah alarm, bukan sekadar angka. Dengan ulasan 40% Rotten Tomatoes dan CinemaScore “C+,” “The Dog Stars” kehilangan dua mesin utama penopang umur tayang: rekomendasi kritikus dan promosi dari mulut ke mulut.
Ridley Scott kembali berhadapan dengan pola yang sama seperti “The Last Duel,” yakni film mahal yang sulit menemukan penonton massal. Bedanya, “The Last Duel” dipuji kritikus, sedangkan “The Dog Stars” malah memulai dengan sentimen negatif yang lebih merusak laju pekan-pekan berikutnya.
Disney tampak seperti sedang menjalankan strategi portofolio ekstrem: beberapa judul menjadi lokomotif, sebagian lain menjadi beban. “Toy Story 5” (US$1,12 miliar) dan “The Devil Wears Prada 2” (US$692 juta) menutup lubang yang ditinggalkan “Moana” live-action dan “The Mandalorian and Grogu,” tetapi model ini tetap berisiko jika kegagalan datang berturut-turut.
Di sisi lain, “Spider-Man: Brand New Day” menunjukkan daya tahan yang biasanya dimiliki film event. Penurunan 44% di pekan berikutnya tergolong sehat untuk film besar, dan total US$891 juta domestik memberi sinyal bahwa penonton tidak hanya datang di minggu pertama.
Ambang US$936 juta menjadi titik psikologis karena menyentuh rekor “The Force Awakens,” sekaligus membuka narasi “film pertama US$1 miliar di Amerika Utara.” Jika tonggak itu tercapai, industri akan membaca ulang peta kekuatan: IP superhero masih bisa menjadi magnet terbesar ketika eksekusinya tepat.
“The Odyssey” yang bertahan hingga pekan ketujuh dan masih meraup US$14,6 juta memperlihatkan nilai dari reputasi sutradara dan skala tontonan. Total US$564 juta domestik menegaskan bahwa film epik bisa bertahan lama ketika pengalaman layar lebarnya terasa wajib.
“Coyote vs. Acme” menawarkan pelajaran berbeda: kontroversi distribusi bisa berubah menjadi bahan bakar rasa ingin tahu. Namun pembukaan US$13,5 juta tetap menandakan batas, bahwa simpati komunitas film tidak otomatis beralih menjadi gelombang penonton arus utama.
“Insidious: Out of the Further” menunjukkan ekonomi genre yang lebih stabil. Dengan biaya produksi sekitar US$18 juta dan total domestik US$43 juta di pekan kedua, horor kembali membuktikan dirinya sebagai taruhan yang relatif aman di tengah volatilitas film blockbuster.
Kegagalan “The Dog Stars” lebih dari sekadar salah strategi pemasaran, karena indikatornya menyebar dari kritik hingga respons penonton. Ketika CinemaScore sudah “C+,” studio biasanya menghadapi masalah mendasar: cerita dan emosi tidak “mengunci” penonton untuk merekomendasikan.
Kasus ini juga menyorot paradoks Ridley Scott di era sekarang, yakni nama besar tidak selalu identik dengan jaminan tiket. Scott pernah mencapai puncak komersial lewat “The Martian” (US$630 juta global), tetapi lanskap kini menuntut kejernihan positioning: film dewasa berbiaya besar harus punya alasan kuat mengapa penonton harus datang ke bioskop, bukan menunggu platform digital.
Disney tampak tenang karena masih punya “Avengers: Doomsday” di Desember, tetapi ketenangan itu bisa menipu. Ketergantungan pada satu-dua “bom box office” dapat mengurangi ruang eksperimen, dan pada akhirnya membuat studio semakin konservatif saat memilih proyek.
Di tengah itu, “Spider-Man: Brand New Day” menjadi bukti bahwa penonton masih mau membayar mahal untuk event yang terasa relevan dan memuaskan. Pertanyaannya bukan apakah penonton bosan, melainkan apakah industri terlalu sering menawarkan event yang terasa seperti kewajiban, bukan pengalaman.
Akhir pekan ini memperlihatkan dua wajah box office: film mahal bisa runtuh seketika, sementara film event bisa melaju menuju sejarah. “The Dog Stars” menjadi peringatan bahwa bujet besar tanpa penerimaan penonton adalah jalan cepat menuju kerugian puluhan juta.
Namun dominasi “Spider-Man: Brand New Day” dan ketahanan “The Odyssey” juga mengingatkan bahwa bioskop tetap hidup ketika film menawarkan alasan yang kuat untuk ditonton bersama. Pada akhirnya, industri perlu bertanya: apakah mereka sedang membangun film yang dicintai, atau hanya merakit produk yang berharap ditoleransi?
(Orbit dari berbagai sumber, 1 September 2026)