Beri Sambutan di HUT Partai Demokrat: Prabowo Tidak Goyah, Dikritik Ia Tak Kecil Hati, Itulah Demokrasi

Presiden Prabowo mendapat sambutan hangat di acara HUT Partai Demokrat.

Presiden Prabowo mendapat sambutan hangat di acara HUT Partai Demokrat.

Opini

Oleh Erizal, kolumnis

ORBITINDONESIA.COM - Presiden Prabowo tidak goyah. Dikritik pidatonya, ia tak berkecil hati. Ia memang pemimpin yang tidak bisa hanya membaca teks saat berpidato. Teks perlu, tapi bukan untuk dibacakan lengkap dengan titik komanya.

Dalam sambutan HUT Partai Demokrat ke-25 semalam, itu diulanginya sambil bercanda, dan itu membuat AHY, SBY dan dua menantunya, termasuk Pramono Anung dan lainnya, tertawa lebar menunjukkan kesetujuannya.

Apalah orang-orang (resek, nyinyir) ini menyalahkan pengucapan-pengucapan yang biasa terjadi, tapi ditarik kesimpulan terlalu berlebihan, bahkan dianggap kedaruratan. Tapi Presiden Prabowo mengatakan itulah demokrasi. Harus siap dikritik setajam apa pun kritikan itu.

Presiden Prabowo mengatakan, mantan Presiden SBY sebagai taruna yang baik. Ia satu angkatan, tapi Pak SBY lebih dulu tamat.

"Pak SBY taruna yang baik, tapi saya adalah taruna yang bisa diperbaiki," kata Prabowo yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Presiden Prabowo memuji pidato AHY beberapa hari sebelumnya sebagai pidato yang baik, tegas, jelas, dan lain-lain.

Ia tak mempermasalahkan kritik tajam yang disampaikan AHY. Kritik itu perlu bagi negara sebesar Indonesia, karena itu harus diucapkan terima kasih.

Presiden Prabowo mengaku terjun ke politik menyontek langkah-langkah yang dilakukan SBY. "Menyontek yang baik, kan tidak masalah," ujar Prabowo. Usai pensiun, SBY mendirikan Partai Demokrat, dia pun melakukan hal yang sama dengan mendirikan Partai Gerindra.

Termasuk, sama-sama meminta mandat dari rakyat sebagai Presiden. Tapi bedanya, SBY sekali meminta mandat, langsung dikasihkan, dan Prabowo meminta mandat sampai tiga kali, dan baru pada kali keempat, mandat itu diberikan oleh rakyat.

Kesimpulan saya dari pidato sambutan Presiden Prabowo dalam rangka HUT Partai Demokrat ke-25 tahun semalam itu bahwa pertama, Presiden Prabowo tak mempermasalahkan pidato AHY sebelumnya, yang mendapat tanggapan beragam atau kontroversi. Bahkan, beliau cenderung memuji dan mengucapkan terima kasih kepada AHY dan Partai Demokrat.

Kedua, Presiden Prabowo tidak akan meninggalkan Partai Demokrat, SBY, dan AHY, untuk periode berikutnya.

Terlalu banyak kesamaan Prabowo dan SBY, Partai Demokrat dan Gerindra. Kalau Demokrat atau SBY-AHY meninggalkan Prabowo, itu bisa saja. Tapi itu akan benar-benar dihitung oleh SBY secara cermat.

Ketiga, dari begitu banyak sambutan dan pidato Presiden Prabowo, baru pada acara HUT Partai Demokrat ke-25 semalam itulah, semuanya terasa pas dan lengkap. Candaannya dapat, seriusnya kena, dan nostalgianya juga mencerahkan.

Rasanya SBY pun memuji pidato Presiden Prabowo semalam, walau sempat terlihat seperti menahan nafas juga. ***