Film Aksi Religius Your Mother Your Mother Your Mother Rilis Poster Resmi, Angkat Inspirasi dari Hadis Nabi
ORBITINDONESIA.COM - Dunia perfilman kembali menghadirkan karya yang memadukan aksi intens dengan pergulatan spiritual. Film terbaru garapan sutradara Bassam Tariq berjudul Your Mother Your Mother Your Mother resmi merilis poster pertamanya menjelang penayangan di bioskop pada Oktober 2026.
Film ini langsung menyita perhatian karena judulnya diambil dari sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang sangat dikenal umat Islam tentang kemuliaan seorang ibu.
Judul film tersebut merujuk pada hadis sahih ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?" Nabi menjawab, "Ibumu." Pertanyaan itu diulang hingga tiga kali, dan tiga kali pula Rasulullah menjawab, "Ibumu," sebelum akhirnya menjawab, "Ayahmu."
Hadis tersebut menjadi simbol penghormatan Islam yang sangat tinggi kepada sosok ibu. Gema pesan moral itulah yang menjadi inspirasi utama judul film ini.
Namun, alih-alih menghadirkan drama keluarga konvensional, Bassam Tariq mengemasnya dalam sebuah thriller aksi yang sarat konflik batin.
Tokoh utamanya adalah Latif, seorang pembunuh bayaran yang taat beragama. Ia menjalani kehidupan yang penuh paradoks: di satu sisi bekerja dalam dunia kekerasan, tetapi di sisi lain berusaha mempertahankan iman serta menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ayah.
Konflik semakin memuncak setelah sang istri meninggal dunia. Latif kemudian melakukan perjalanan berbahaya melintasi kota Houston demi melindungi anak-anaknya dari ancaman yang terus mendekat.
Dalam perjalanan tersebut, ia bukan hanya menghadapi musuh-musuh bersenjata, melainkan juga bergulat dengan keyakinan dan nilai-nilai moral yang selama ini menjadi pegangan hidupnya.
Film ini dibintangi aktor peraih dua Piala Oscar Mahershala Ali sebagai Latif. Ia didukung jajaran pemain papan atas seperti John Cho, Giancarlo Esposito, Abubakr Ali, Tramell Tillman, Tiffany Boone, Laith Nakli, Adia, dan Jahleel Kamara. Kombinasi para aktor tersebut membuat film ini menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan tahun ini.
Nama Bassam Tariq sendiri bukan sosok asing di dunia perfilman internasional. Sutradara kelahiran Houston yang dikenal lewat film Mogul Mowgli ini sebelumnya sempat dipercaya Marvel Studios untuk menyutradarai film Blade yang dibintangi Mahershala Ali.
Meski proyek tersebut akhirnya mengalami perubahan arah dan Tariq tidak lagi terlibat, banyak pengamat melihat Your Mother Your Mother Your Mother sebagai kesempatan bagi sang sutradara untuk menampilkan visi sinematik yang lebih personal, tanpa batasan semesta film superhero.
Keistimewaan film ini terletak pada keberaniannya menggabungkan tiga unsur yang jarang dipertemukan dalam satu cerita: aksi kriminal, spiritualitas Islam, dan drama keluarga.
Alih-alih sekadar menyajikan baku tembak dan adegan laga, film ini menawarkan pertanyaan yang lebih mendalam: mungkinkah seseorang yang hidup dalam dunia kekerasan tetap mempertahankan iman, serta menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya?
Pendekatan tersebut membuat film ini mengingatkan sebagian penonton pada perpaduan antara thriller aksi bergaya John Wick dengan drama moral yang lebih reflektif. Namun, Bassam Tariq tampaknya memilih jalan yang berbeda.
Ia lebih menekankan konflik psikologis dan pergulatan batin ketimbang sekadar koreografi aksi.
Reaksi awal di komunitas film internasional juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap konsep unik tersebut, terutama karena judulnya yang langsung merujuk pada hadis Nabi dan tema yang belum banyak diangkat dalam perfilman Hollywood.
Sebelum tayang luas di bioskop pada Oktober 2026, Your Mother Your Mother Your Mother dijadwalkan lebih dahulu melakukan pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival (TIFF), salah satu festival film paling bergengsi di dunia.
Kehadirannya di TIFF semakin menguatkan ekspektasi bahwa film ini tidak hanya mengandalkan aksi, tetapi juga menawarkan kualitas artistik dan narasi yang berpotensi memicu diskusi luas mengenai iman, keluarga, dan moralitas dalam sinema kontemporer. ***