Cetina Family Office Pisah dari Stellan, Bidik UHNW Australia

moneymanagement.com.au

moneymanagement.com.au

Money & Career

ORBITINDONESIA.COM – Cetina Family Office resmi beroperasi mandiri setelah berpisah dari Stellan Capital, menegaskan fokus pada layanan family office untuk klien ultra-high-net-worth (UHNW). Ivan Rados menyebut perbedaan model bisnis dan target pasar sebagai alasan utama, dari jumlah klien hingga skema biaya retainer tetap.

Pemisahan ini terjadi setelah tujuh tahun tim family office Melbourne bekerja di bawah payung Stellan yang berbasis di Adelaide. CEO Stellan Jim DeCarlo mengatakan kedua pihak kini mengejar model dan strategi pertumbuhan masing-masing “dari posisi yang kuat”.

Di permukaan, ini tampak seperti rebranding biasa, tetapi konteksnya lebih dalam: pasar nasihat keuangan untuk HNW dan UHNW sedang diperebutkan banyak firma. Pada saat yang sama, standar layanan, biaya, dan tata kelola menjadi pembeda yang makin menentukan.

Rados menamai entitas baru “Cetina” dari sungai di Kroasia, tanah kelahirannya, sebagai penanda identitas yang lebih personal. Ia menekankan proposisi bisnis tak berubah, yakni “hyper-personalised service” untuk pendiri bisnis dan keluarga kaya.

Namun, perbedaan paling tajam justru ada pada cara firma ini memilih untuk tetap kecil. Mereka membatasi jumlah klien demi kemitraan yang lebih intens, meski itu berarti tantangan skala dan pertumbuhan yang lebih lambat.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Juli 2026)

Rados menyebut Cetina hanya melayani sekitar 30 klien, sementara Stellan menangani ratusan klien. Angka ini bukan sekadar statistik, karena ukuran basis klien menentukan ritme kerja, struktur tim, dan kedalaman layanan.

Model biaya juga berseberangan: Cetina memakai fixed fee retainer, bukan persentase aset kelolaan. Dalam praktik, retainer tetap mendorong insentif untuk mengelola kompleksitas hidup finansial klien, bukan sekadar membesarkan portofolio.

Di segmen UHNW, kebutuhan sering kali melampaui investasi, dari administrasi, pembukuan, hingga dukungan arus kas. Cetina menyebut layanan mereka mencakup “cashflow and bookkeeping and administration” selain portfolio construction.

Salah satu produk bernilai tinggi yang mereka tonjolkan adalah inbound due diligence saat klien menghadapi penjualan bisnis atau peristiwa exit. Pada fase ini, keputusan bernilai jutaan dolar bisa dipengaruhi kualitas verifikasi, struktur transaksi, dan mitigasi risiko.

Rados mengatakan klien bisa “mulai dari kertas kosong” dan membangun paket layanan sesuai kebutuhan mereka. Klaim ini penting, karena banyak firma justru menjual paket baku yang memudahkan operasi internal, bukan memudahkan klien.

Di sisi lain, strategi boutique membawa risiko konsentrasi pendapatan karena sedikitnya jumlah klien. Satu atau dua exit klien saja dapat mengubah proyeksi pendapatan, sehingga disiplin hubungan jangka panjang menjadi kunci.

Rados tetap mengejar pertumbuhan, tetapi “measured way” dan bertumpu pada tim muda yang ingin membangun. Ia bahkan menyebut pasar UHNW sebagai “salah satu yang paling kurang terlayani”, sebuah pernyataan yang mengisyaratkan celah layanan, bukan sekadar celah pemasaran.

Perbedaan lain yang ia soroti adalah posisi klien UHNW terhadap rezim regulasi tertentu di Australia, termasuk pengecualian dari Compensation Scheme of Last Resort (CSLR) dan Financial Adviser Register (FAR). Ini menimbulkan pertanyaan: apakah perlindungan konsumen dan transparansi profesi berlaku setara, atau justru makin berlapis menurut kelas aset.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Juli 2026)

Pemisahan Cetina dari Stellan memperlihatkan satu hal: di bisnis nasihat, “alignment” bukan jargon, melainkan fondasi operasional. Jika satu pihak mengejar skala dan yang lain mengejar kedalaman, konflik kepentingan akan muncul dalam bentuk paling sederhana, yaitu definisi sukses.

Retainer tetap adalah sinyal keberpihakan pada layanan menyeluruh, tetapi juga menuntut pembuktian nilai yang konsisten. Klien UHNW tidak sekadar membeli strategi investasi, mereka membeli ketenangan, kecepatan respons, dan kemampuan mengelola detail yang melelahkan.

Namun, narasi “hyper-personalised” mudah menjadi slogan jika tidak disertai akuntabilitas. Ketika klien kaya dikecualikan dari CSLR dan FAR, tekanan transparansi publik berkurang, sehingga standar mutu harus dijaga lewat tata kelola internal dan reputasi.

Di titik ini, boutique seperti Cetina berada di persimpangan yang sensitif. Mereka bisa menjadi model layanan keluarga yang benar-benar partner, atau terjebak pada ketergantungan relasi personal yang sulit diwariskan ketika tim bertumbuh.

Pasar UHNW yang disebut “underserved” juga patut dibaca kritis. Bisa jadi yang kurang bukan jumlah penasihat, melainkan kesediaan untuk bekerja lintas disiplin dan menanggung kompleksitas, sesuatu yang tidak semua firma mau lakukan.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Juli 2026)

Cetina Family Office memilih jalan mandiri dengan taruhan yang jelas: sedikit klien, layanan lebih dalam, dan pertumbuhan yang terukur. Keputusan ini menegaskan bahwa dalam segmen UHNW, diferensiasi bukan pada produk investasi, melainkan pada orkestrasi keputusan hidup finansial.

Pertanyaan akhirnya sederhana tetapi menggigit: ketika regulasi dan skema perlindungan tidak sepenuhnya menyentuh klien kaya, siapa yang memastikan standar etik dan kualitas tetap tinggi. Mungkin jawabannya bukan pada aturan tambahan, melainkan pada keberanian firma untuk membuktikan nilai di bawah sorotan kepercayaan yang paling mahal.

(Orbit dari berbagai sumber, 16 Juli 2026)