Sekitar 15 Juta Orang Diperkirakan Akan Ikut Serta dalam Upacara Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei

Massa pelayat Iran di pemakaman Ayatullah Ali Khamenei.

Massa pelayat Iran di pemakaman Ayatullah Ali Khamenei.

Internasional

ORBITINDONESIA.COM - Sekitar 15 juta orang diperkirakan akan ikut serta dalam upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, selama beberapa hari ke depan, kata Kementerian Kesehatan Iran, menurut kantor berita semi-resmi Tasnim.

“Perkiraan kami adalah bahwa selama dua hingga tiga hari ke depan, sekitar 15 juta orang akan berpartisipasi dalam upacara perpisahan dan pemakaman,” kata kementerian tersebut, menurut Tasnim. Mereka tidak menjelaskan bagaimana angka ini dihitung.

Persiapan seputar pemakaman telah berlangsung selama sebulan, kata kementerian tersebut, menambahkan bahwa rumah sakit sementara telah didirikan di dekat Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran, tempat peti mati Khamenei dan beberapa anggota keluarganya diletakkan.

Tim medis dalam keadaan “siaga penuh,” kata kementerian tersebut, seperti dilaporkan oleh Tasnim. Provinsi Qom di Iran tengah-utara dan Mashad di timur laut negara itu juga berencana untuk menyelenggarakan upacara pemakaman, tambahnya.

Lebih dari 2,2 juta orang menggunakan sistem metro Teheran antara pukul 05.30 dan 15.00 waktu setempat pada hari Sabtu (pukul 22.00 ET Jumat hingga pukul 07.30 ET Sabtu), kata Pemerintah Kota Teheran, menurut kantor berita semi-resmi Fars.

Tamu asing

Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para tamu asing hari ini yang menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei yang syahid, meskipun menghadapi apa yang disebutnya sebagai "tekanan dan ancaman."

Beberapa pejabat asing hadir kemarin dalam upacara untuk mengenang Khamenei, termasuk Presiden Irak Nizar Amidi, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, dan banyak lainnya.

“Kementerian menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua tamu asing yang, meskipun menghadapi tekanan dan ancaman, menghadiri upacara perpisahan Pemimpin kita yang gugur dan berdiri di sisi sejarah yang benar,” kata kementerian dalam pernyataan yang dibagikan oleh Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri negara itu.

Kementerian juga menyerukan kepada warga Iran untuk berpartisipasi “secara besar-besaran” dalam upacara pemakaman mendatang untuk menunjukkan kepada dunia “kebesaran Iran dan kemuliaan persatuan dan kekuatan nasional.”

“Kesyahidan Pemimpin besar kita bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari fase baru dalam kemajuan Islam dan Iran tercinta,” tambah kementerian. ***