Mbappé Gabung On Usai Tinggalkan Nike, On Masuk Pasar Sepak Bola
ORBITINDONESIA.COM – Kylian Mbappé resmi meneken kerja sama dengan merek Swiss On setelah berpisah dengan Nike. Kepindahan sponsor Mbappé ini menandai langkah besar On masuk pasar sepak bola, dengan janji inovasi sepatu dan perlengkapan yang berbeda dari arus utama.
Nike sebelumnya mensponsori Mbappé sejak ia masih anak-anak, dan sang penyerang Real Madrid identik dengan sepatu Mercurial. Kini, perubahan itu bukan sekadar pergantian logo, melainkan pergeseran arah industri yang selama ini didominasi raksasa lama.
On berdiri pada 2010 sebagai produsen sepatu lari, lalu memperluas pengaruhnya setelah legenda tenis Roger Federer menjadi co-owner pada 2019. Dalam ekspansi ke sepak bola, On juga mengumumkan Thierry Henry sebagai direktur sepak bola untuk memimpin strategi masuk ke lapangan hijau.
Dalam pernyataan resminya, On menyebut Mbappé akan menjadi duta global sekaligus bekerja langsung dengan tim produk. Mbappé menegaskan ia tertarik karena kesempatan “membangun sesuatu yang sepenuhnya baru” dan “mendorong batas inovasi,” sambil tetap setia pada “kegembiraan sepak bola.”
Bahasa yang dipakai On juga tajam dan konfrontatif terhadap status quo. David Allemann, pendiri dan co-CEO On, menyatakan sepak bola “tidak membutuhkan merek sportswear lain untuk melakukan hal yang sama,” melainkan “ide baru” dan tantangan atas “apa yang mungkin.”
Ini adalah pesan yang menyasar dua audiens sekaligus, yakni pemain elit dan konsumen yang jenuh dengan repetisi desain. On ingin menghubungkan “performa elite” dengan “budaya di sekitar permainan,” bahkan merentangkannya dari lapangan ke trotoar hingga runway, yang berarti sepak bola diperlakukan sebagai gaya hidup, bukan hanya olahraga.
Penunjukan Thierry Henry memperkuat kredibilitas teknis sekaligus narasi historis. Henry menyebut membangun hal baru butuh pendekatan “berani dan orisinal,” dan ia mengklaim telah melihat “rasa ingin tahu dan perhatian pada detail” tim On dalam setahun terakhir.
On juga mengangkat suara dari sisi pemain aktif melalui Sydney Schertenleib, yang sebelumnya sudah bekerja dengan On sejak 2025 dan kini terlibat dalam pengembangan serta pengujian produk sepak bola. Ia bahkan menyatakan belum pernah “merasakan bola” seperti pada produk yang sedang dikerjakan tim On, sebuah klaim yang jelas diarahkan untuk memantik rasa penasaran pasar.
Di sisi komunikasi merek, Mbappé menutup pengumuman dengan manifesto puitik di media sosial. Ia menulis, “Dream On, Football,” lalu bercerita tentang mimpi bermain sampai matahari terbenam, dan ambisi “mendekatkan kaki ke bola,” “orang ke permainan,” serta “dunia ke permainan.”
Kesepakatan Mbappé–On adalah pertaruhan reputasi dua arah, bukan sekadar kontrak endorsement. Mbappé mempertaruhkan citra “pemain generasi baru” untuk menjadi wajah proyek yang belum terbukti di sepak bola, sementara On mempertaruhkan klaim inovasinya di arena yang paling kejam menilai detail.
Di sinilah letak ketegangan yang menarik, karena On datang dengan janji “masa depan” tetapi harus segera diuji oleh realitas. Sepatu sepak bola bukan hanya soal material dan desain, melainkan soal kepercayaan pemain, adaptasi di berbagai jenis lapangan, dan performa pada momen bertekanan tinggi.
Namun, justru karena pasar sudah mapan, celah diferensiasi menjadi lebih bernilai. Jika On benar-benar menghadirkan pengalaman sentuhan bola yang berbeda, seperti diklaim Schertenleib, maka merek ini bisa memaksa pemain dan konsumen menilai ulang apa yang selama ini dianggap standar.
Yang juga patut dibaca adalah cara On memosisikan sepak bola sebagai ekosistem budaya. Ketika Allemann menyebut pitch, pavement, dan runway dalam satu tarikan napas, ia sedang mengatakan bahwa pertarungan berikutnya bukan hanya di stadion, tetapi di identitas sehari-hari penggemar.
Mbappé memilih On bukan hanya untuk mengganti sepatu, tetapi untuk ikut menulis bab baru tentang bagaimana sepak bola diproduksi, dipasarkan, dan dibayangkan. Jika janji inovasi itu sekadar slogan, publik akan cepat menghukumnya, karena sepak bola selalu menguji klaim lewat detail paling kecil.
Namun bila mimpi “mendekatkan kaki ke bola” benar-benar diterjemahkan menjadi produk yang terasa nyata di lapangan, maka keputusan ini bisa menjadi titik balik bagi merek baru yang berani menantang raksasa lama. Pada akhirnya, pertanyaannya sederhana, apakah industri siap berubah, atau justru mimpi Mbappé dan On yang akan mengubah industri itu terlebih dulu.
(Orbit dari berbagai sumber, 20 September 2026)