CAIR Mengecam 'Manuver Anti-Muslim' Gubernur Texas Terkait Fasilitas Tempat Wudu di Bandara
ORBITINDONESIA.COM - Council on American–Islamic Relations (CAIR) mengecam Gubernur Texas Greg Abbott karena menentang penyediaan fasilitas untuk wudu—ritual penyucian diri sebelum salat dalam Islam—di dua bandara di negara bagian tersebut.
Pada hari Senin, 17 Agustus 2026, kelompok pembela hak sipil tersebut menuding Abbott kembali melakukan "manuver politik anti-Muslim" melalui sikap keberatannya terhadap fasilitas-fasilitas itu.
"Dari sekian banyak kontroversi konyol yang diciptakan [Abbott] terkait umat Muslim selama setahun terakhir, kemarahannya soal fasilitas wudu di bandara ini mungkin yang paling menggelikan. Sekaligus munafik," ujar CAIR dalam sebuah unggahan di media sosial.
Bandara Internasional Dallas-Fort Worth (DFW) membatalkan rencana pembangunan fasilitas wudu setelah Abbott mengancam akan mencabut pendanaan negara bagian untuk pusat transportasi tersebut.
"Sebagaimana halnya semua usulan proyek, pihak bandara pada akhirnya mempertimbangkan manfaat operasional, dampak terhadap layanan pelanggan, risiko operasional, serta biaya sebelum menyetujuinya," demikian pernyataan pihak bandara sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah media.
"Meskipun evaluasi tersebut memang sudah direncanakan, pihak bandara mempercepat peninjauan akibat tingginya perhatian publik minggu ini dan memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut karena dinilai tidak akan memberikan manfaat operasional seperti yang diharapkan semula."
Pekan lalu, Abbott memerintahkan peninjauan terhadap DFW serta Bandara Interkontinental George Bush (IAH) di Houston—yang sudah memiliki fasilitas wudu—terkait "kemungkinan pencabutan dana hibah negara bagian yang sedang berjalan". Ia menuding kedua bandara tersebut melakukan diskriminasi agama.
Gubernur dari Partai Republik itu juga melaporkan kedua bandara tersebut kepada badan-badan federal untuk diselidiki.
"Fasilitas wudu ini tampaknya dirancang untuk memberikan perlakuan khusus kepada kelompok masyarakat tertentu berdasarkan agama. Hal itu melanggar hukum," kata Abbott dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
"Kedua bandara tersebut merupakan fasilitas milik pemerintah. Konstitusi federal maupun negara bagian melarang pemerintah memfasilitasi diskriminasi semacam ini. Sama halnya pemerintah tidak boleh mengutamakan hal yang sekuler di atas hal yang sakral, pemerintah juga tidak boleh mengutamakan satu pandangan keagamaan di atas pandangan lainnya."
Meskipun Amandemen Pertama Konstitusi AS melarang pemerintah mengadopsi atau memihak agama tertentu, para pegiat hak asasi menyatakan bahwa penyediaan fasilitas keagamaan di tempat milik publik tidak melanggar hukum.
CAIR mencatat bahwa fasilitas wudu tersebut—yang terdiri dari wastafel dan keran air untuk membasuh kaki—sebenarnya dapat digunakan oleh siapa saja. “Fasilitas tempat membasuh kaki sudah tersedia di berbagai bandara dan siapa saja bisa menggunakannya. Fasilitas ini tidak berbeda dengan ruang doa lintas agama atau bidet toilet yang dapat ditemukan di bandara-bandara di seluruh dunia,” ujar kelompok tersebut.
“Meskipun mungkin paling sering digunakan oleh pelancong Muslim, fasilitas ini terbuka untuk siapa saja.”
CAIR juga mencatat bahwa Abbott telah menandatangani undang-undang yang mewajibkan sekolah-sekolah di seluruh negara bagian tersebut untuk memajang Sepuluh Perintah Allah dari Alkitab di ruang kelas.
Awal tahun ini, Dewan Pendidikan Negara Bagian Texas yang dikuasai Partai Republik juga menetapkan kisah-kisah Alkitab sebagai bacaan wajib bagi sekolah-sekolah negeri.
“Alih-alih membuang-buang sumber daya pembayar pajak untuk aksi politik anti-Muslim terbaru ini, Gubernur Abbott seharusnya berfokus pada masalah nyata yang dihadapi negara bagian di bawah kepemimpinannya—mulai dari pusat data yang merugikan lingkungan, penembakan di sekolah, ketimpangan ekonomi, hingga terkikisnya kebebasan beragama,” kata CAIR.
Tahun lalu, Abbott melabeli CAIR sebagai organisasi “teroris asing”—sebuah keputusan yang kini sedang digugat oleh kelompok hak sipil tersebut di pengadilan.
Langkah Abbott yang menentang keberadaan fasilitas tempat membasuh kaki di bandara muncul di tengah meningkatnya retorika Islamofobia, di mana para politisi—termasuk sekutu Presiden Donald Trump—terus melontarkan pernyataan anti-Muslim secara terbuka.
Pekan lalu, Trump mengunggah foto kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, bersama keluarganya, dengan menyiratkan bahwa dokter asal Michigan tersebut tidak layak terpilih karena istrinya—yang berprofesi sebagai psikolog—mengenakan hijab.
Dalam sebuah insiden kejahatan kebencian pada bulan Mei, dua orang bersenjata menewaskan tiga orang di sebuah masjid di San Diego. ***