Xreal A01 Plus: Kacamata AR Murah USB-C, Layak Dibeli?
ORBITINDONESIA.COM – Xreal A01 Plus adalah kacamata AR USB-C seharga US$299 yang sengaja “dipangkas” dari model Xreal 1S US$449, namun tetap menjanjikan layar terang, kontras kuat, dan bodi ringan. Di pasar kacamata AR murah yang makin ramai, pertanyaannya sederhana: apakah pemotongan fitur ini cerdas, atau justru mengganggu pengalaman dasar? (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Xreal bermain di ruang yang sensitif: konsumen ingin “layar raksasa” portabel untuk game, film, dan layar komputer, tetapi enggan membayar terlalu mahal. A01 Plus diposisikan sebagai pintu masuk, dengan bobot 62 gram, lebih ringan lebih dari 20 gram dibanding 1S, sekaligus mengorbankan beberapa fitur premium. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Dalam artikel sumber berbahasa Inggris, penulis menyukai strategi “membuat versi lebih murah dari produk yang dicintai” karena bisa memperluas pasar tanpa mengorbankan inti pengalaman. Namun, versi murah sering membuka dilema: mana fitur yang benar-benar esensial, dan mana yang sekadar kemewahan? (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Terjemahan inti temuan artikel: A01 Plus nyaman dipakai, tampil menarik, dan layarnya “mengejutkan” terang serta kaya kontras untuk harganya. Spesifikasinya mencakup resolusi 1080p, refresh rate 120Hz, dan bidang pandang 50 derajat dengan ukuran layar virtual setara 147 inci. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Namun, bobot super ringan datang dengan konsekuensi: rangka terasa lebih ringkih dibanding 1S. Penulis bahkan mempertanyakan durabilitas ketika menyesuaikan gagang (temple arms) untuk memusatkan layar, karena butuh sentuhan lembut agar tidak “memaksa” rangka yang menampung panel micro OLED dan optik birdbath. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Xreal menjual personalisasi sebagai nilai tambah lewat “shell” yang bisa dilepas-pasang, termasuk opsi lensa gelap di sisi luar layar. Ke depan, Xreal membuka peluang penutup 3D print, tetapi proses melepasnya terasa berisiko sampai pengguna terbiasa. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Penghilangan lensa elektrokromik (opacity bisa diatur) sebenarnya lazim dianggap downgrade, tetapi penulis tidak terlalu mempermasalahkannya. A01 Plus memakai film reflektif di belakang optik, dan salah satu cover yang disertakan bahkan lebih efektif menahan cahaya dibanding 1S. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Uji pakai utama dilakukan untuk bermain gim dari Steam Deck, skenario yang umum bagi pembeli kacamata AR USB-C. Kesan awal campur aduk: spesifikasi layar terlihat bagus, tetapi tampilan terasa sangat buram. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Solusinya datang dari lensa resep (prescription lens) HonsVR yang disediakan, dan hasilnya “drastis” meningkatkan kejernihan. A01 Plus punya rentang IPD 54,5 mm sampai 74,5 mm, namun penulis tidak bisa menjamin kejernihan out-of-the-box tanpa lensa tambahan yang diperkirakan sekitar US$50. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Fitur yang paling terasa hilang adalah three degrees of freedom (3DoF), yang memungkinkan layar virtual “dikunci” di posisi ruang. Xreal mengganti dengan fitur stabilisasi seperti gimbal, yang mengurangi gerakan layar namun memunculkan jitter yang mudah terlihat saat membaca teks. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Audio A01 Plus dinilai “cukup,” tetapi tidak sekencang 1S dan terasa kurang pada frekuensi rendah serta menengah. Ini jenis pemangkasan yang masuk akal demi harga, tetapi ada pemangkasan lain yang terasa janggal. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Contohnya, tidak ada cara mengatur volume langsung dari kacamata meski tata tombolnya mirip model Xreal lain. Pengguna harus mengubah volume dari sumber audio, yang mengurangi rasa “plug-and-play” yang justru dicari pembeli pemula. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Keanehan lain: ukuran layar hanya satu, setara 147 inci, dan tidak bisa diperbesar atau diperkecil seperti pada model lain. Jika benar fitur resize dianggap “terlalu premium” untuk kelas US$299, maka Xreal sedang menguji batas psikologis konsumen tentang apa yang disebut fitur dasar. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
A01 Plus menunjukkan strategi produk yang tajam: Xreal menekan harga dengan memangkas fitur “ruang” (3DoF) dan sebagian performa audio, tetapi menjaga hal yang langsung terlihat, yakni layar terang dan bodi ringan. Ini logika pemasaran yang kuat, karena impresi pertama konsumen biasanya visual dan kenyamanan, bukan sensor pelacakan. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Namun, ada garis tipis antara “versi terjangkau” dan “versi yang sengaja dibatasi.” Ketika volume tidak bisa diatur dari kacamata dan ukuran layar tidak bisa diubah, pemangkasan terasa bukan sekadar efisiensi biaya, melainkan penguncian fitur agar model lebih mahal tetap menggoda. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Di sisi lain, artikel sumber menegaskan A01 Plus tetap “menaklukkan hal-hal dasar” untuk kelas kacamata AR murah: layar cerah, audio yang layak, dan build yang nyaman. Untuk pembeli pertama yang ingin kacamata AR USB-C untuk mirroring game, film, atau layar PC, paket ini terdengar rasional, asalkan biaya lensa tambahan ikut dihitung. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Rekomendasi implisitnya juga jelas: tambahan US$150 untuk 1S mungkin sepadan bagi pengguna yang butuh fitur premium. Tetapi bagi banyak orang, batas psikologis US$300 lebih menentukan, sehingga A01 Plus berpotensi menjadi “produk pembuka” yang memperluas adopsi AR di penggunaan sehari-hari. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Xreal A01 Plus adalah kompromi yang sengaja dirancang: murah, ringan, layar bagus, tetapi beberapa kontrol dan fleksibilitas pengalaman dipangkas. Artikel sumber menutup dengan kesan positif, namun mengingatkan agar calon pembeli menganggarkan sekitar US$50 bila butuh lensa resep untuk mendapatkan kejernihan optimal. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)
Perenungan akhirnya sederhana: ketika perangkat makin “dipaketkan” lewat pemangkasan fitur, kita perlu bertanya apa yang sebenarnya kita beli—teknologi, atau batasan yang membuat kita naik kelas. Jika kacamata AR murah seperti A01 Plus sukses, standar “fitur dasar” di industri AR akan ikut bergeser, dan konsumenlah yang menentukan arahnya. (Orbit dari berbagai sumber, 18 Juli 2026)