Puisi Agus Bachtiar K.: Kenduri Korupsi (32K)
ORBITINDONESIA.COM - Kelak, suatu masa,
Kala sangkakala dihembus!
Ketika serakahmu masih membius,
Kau ’kan ke mana?!
Kata-kata bijak kau injak;
Kebajikan kau buat ejekan;
Kebijakan jadi alasan.
Kalau saja kau waras,
Kukira kau tak kan merampas,
Kuasai harta rakyat berjuta!
Kealimanmu: sia-sia.
Keilmuanmu: tiada guna!
Kini kau terberangus sepi,
Kelambu besi berhias sunyi,
Kelam ruangan kau ratapi...
Kesombongan seketika rapuh,
Keangkuhan berubah keluh.
Keluargamu pilu menanggung malu;
Kawanmu pura-pura tak tahu.
Kekasihmu mendadak tak rindu...
Kandas cintamu!
Keropos nalarmu!
Kaki tanganmu menepi,
Kroni-kroni pergi dan lari...
Kenduri korupsi membuat mati akal,
Kerangkeng keji kau anyam, bengal!
Karma sosial kau reguk sampai mual!
Kusam.
Kosong.
Kaku.
Kelu.
Kelabu.
Toboali, 30 Agustus 2026
Agus Bachtiar K., lahir di Yogyakarta dan kini menetap di Toboali, Bangka Selatan. Penulis dengan nama pena "Sang Peramu Aksara" ini mencoba meramu kata sebagai racikan kritik sosial yang tajam, jujur, dan berpihak pada rakyat. Karyanya, seperti Kenduri Korupsi (32K), dikenal dengan permainan aliterasi yang kuat dan keberanian dalam menyuarakan keadilan. Baginya, puisi bukan sekadar rentetan diksi dan kiasan, melainkan sebuah kesaksian atas kehidupan nyata. ***