Perubahan Politik Inggris: Tantangan Bagi Keir Starmer dan Partai Buruh

ORBITINDONESIA.COM – Pemilih Inggris berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara dalam pemilihan lokal dan regional yang dapat mengguncang politik negara dan memberikan pukulan telak bagi Perdana Menteri Keir Starmer.

Partai Buruh pimpinan Starmer menghadapi kemungkinan kerugian besar dalam pemilihan yang akan memilih sekitar 5.000 anggota dewan lokal dan beberapa wali kota di seluruh Inggris, serta parlemen semi-otonom di Skotlandia dan Wales. Pemilihan ini adalah yang terbesar sejak Partai Buruh memenangkan kekuasaan dengan kemenangan telak pada Juli 2024, dan lawan-lawan Starmer menggambarkannya sebagai referendum paruh waktu terhadap perdana menteri.

Popularitas Starmer telah merosot setelah beberapa kali melakukan kesalahan sejak ia menjadi perdana menteri pada Juli 2024. Pemerintahannya kesulitan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan, memperbaiki layanan publik yang rusak, dan mengatasi biaya hidup yang meningkat — tugas-tugas ini semakin sulit karena perang AS-Israel dengan Iran yang menghambat pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Keputusan kontroversialnya untuk menunjuk Peter Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk Washington juga menambah beban bagi Starmer.

Pemilihan lokal ini diperkirakan akan melihat 'keruntuhan total sistem dua partai tradisional' yang didominasi oleh Partai Buruh dan Konservatif selama beberapa dekade. Partai kanan keras, Reformasi UK yang dipimpin oleh Nigel Farage, diperkirakan akan menjadi pemenang besar dengan menargetkan wilayah kelas pekerja, bekas basis kuat Partai Buruh di utara Inggris dan pinggiran luar London dengan pesan anti-establishment dan anti-imigrasi mereka.

Dalam menghadapi tantangan yang semakin besar dari partai-partai baru ini, masa depan politik Keir Starmer dan arah Partai Buruh akan menjadi sorotan. Apakah Starmer dapat bertahan hingga pemilu berikutnya atau akan terpaksa mundur lebih awal? Ini adalah momen reflektif bagi semua pihak untuk mempertimbangkan arah politik Inggris di masa depan.

(Orbit dari berbagai sumber, 11 Mei 2026)