Bank-bank Tiongkok Diminta Tunda Kredit Baru ke Kilang yang Disanksi AS

ORBITINDONESIA.COM – Regulator keuangan China telah menginstruksikan bank-bank terbesar di negara itu untuk sementara menghentikan pemberian pinjaman baru kepada lima kilang yang baru-baru ini disanksi oleh AS karena hubungan mereka dengan minyak Iran, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.

National Financial Regulatory Administration China meminta bank untuk meninjau paparan dan urusan bisnis mereka dengan perusahaan seperti Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co., salah satu kilang swasta terbesar di China, sambil menunggu pedoman lebih lanjut. Sementara itu, bank telah diinstruksikan untuk tidak memperpanjang kredit baru yang denominasi yuan, meskipun mereka juga diberitahu untuk tidak menagih pinjaman yang sudah ada.

Tindakan ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara China dan AS terkait sanksi terhadap Iran. China, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia, telah lama menjadi pelanggan utama minyak Iran. Namun, tekanan sanksi AS memaksa Beijing untuk menyeimbangkan hubungan strategisnya dengan Tehran dan Washington.

Langkah regulator keuangan ini bisa dipandang sebagai upaya China untuk menghindari konflik langsung dengan AS, sambil tetap mempertahankan kemitraan energi dengan Iran. Ini menunjukkan rumitnya diplomasi ekonomi yang harus dijalankan China di tengah tekanan global yang saling bertentangan.

Keputusan ini menandai dilema yang dihadapi banyak negara dalam navigasi geopolitik internasional yang kompleks. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana China akan mengimbangi kepentingan ekonominya dengan tekanan diplomatik yang semakin intensif dari AS.

(Orbit dari berbagai sumber, 11 Mei 2026)