Harga Minyak Turun, Pasar Saham Melambung: Kesepakatan AS-Iran di Depan Mata
ORBITINDONESIA.COM – Harga minyak dunia jatuh drastis sementara pasar saham global melonjak, dipicu oleh harapan adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali pengiriman minyak dari Teluk Persia.
Harga minyak Brent turun signifikan 7,8% menjadi $101,27 per barel, setelah pekan ini sempat lebih dari $115. Penurunan ini terjadi saat Presiden Donald Trump menyatakan Selat Hormuz bisa kembali 'TERBUKA UNTUK SEMUA' jika Iran menerima kesepakatan yang dilaporkan. Perang dengan Iran telah memblokir tanki minyak menggunakan selat tersebut, menekan ekonomi global.
Pasar saham merespons positif dengan S&P 500 naik 1,5%, Dow Jones melompat 612 poin, dan Nasdaq melaju 2%. Di luar negeri, indeks melonjak 6,5% di Seoul, 2,9% di Paris, dan 2,1% di London. Meskipun harapan ini bukan yang pertama, pasar masih optimis terkait sinyal positif dari pemerintah AS dan Cina.
Optimisme di pasar saham didukung oleh kinerja perusahaan besar yang melampaui ekspektasi. AMD melonjak 18,6% karena pertumbuhan teknologi AI, sementara Nvidia naik 5,7%. Namun, ancaman Trump untuk meningkatkan ketegangan jika Iran menolak kesepakatan menunjukkan bahwa volatilitas masih bisa kembali.
Turunnya harga minyak juga menekan inflasi dan menurunkan imbal hasil obligasi, yang bisa mendorong ekonomi lebih lanjut. Namun, pertanyaan tetap ada: apakah kesepakatan ini akan bertahan atau hanya sebuah harapan sementara? Publik harus tetap waspada terhadap perkembangan ini.
(Orbit dari berbagai sumber, 10 Mei 2026)