Mengapa Menikmati Makanan Bisa Menjadi Solusi Obesitas
ORBITINDONESIA.COM – Hampir dua dari lima orang Amerika mengalami obesitas. Namun, apakah mungkin bahwa bukan kenikmatan makanan yang menyebabkan masalah ini, melainkan kurangnya kenikmatan?
Di Amerika Serikat, pengeluaran untuk obat-obatan GLP-1 agonists meningkat lima kali lipat dari 2018 hingga 2023, mencapai lebih dari $70 miliar. Teori umum menyatakan bahwa kita makan berlebihan karena terlalu menikmati makanan. Namun, beberapa ahli mengusulkan bahwa mungkin kita tidak cukup menikmati makanan kita.
Dr. Dana Small menantang teori dominan dengan pendekatan 'Raspberry Principle'. Dia menekankan pentingnya menikmati makanan untuk mengendalikan berat badan. Studi menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik rendah yang disukai dapat membantu mencegah godaan makanan cepat saji.
Beberapa ahli, termasuk Dr. Small dan Dr. David Ludwig, berpendapat bahwa dopamin, bukan kenikmatan, adalah penyebab utama obesitas. Mereka menyoroti bahwa makanan olahan tidak selalu lebih lezat, tetapi kandungan karbohidratnya yang sederhana membuat kita terus makan.
Pendekatan mindfulness dalam makan, seperti yang diajarkan oleh Jon Kabat-Zinn, menekankan pada menikmati setiap gigitan. Dengan memperlambat dan benar-benar menikmati makanan, kita dapat mengurangi kecenderungan makan berlebihan. Mungkin sudah saatnya kita mengubah cara pandang kita terhadap diet dan kenikmatan makanan.
(Orbit dari berbagai sumber, 8 Mei 2026)