Google dan Kontrak Pentagon: Kontroversi AI dan Etika
ORBITINDONESIA.COM – Lebih dari 600 karyawan Google menyerukan CEO Sundar Pichai untuk mencegah penggunaan produk AI perusahaan oleh Pentagon untuk operasi rahasia.
Google telah mengalami perubahan besar terkait hubungannya dengan Departemen Pertahanan AS. Pada 2018, ribuan karyawan menolak proyek AI militer, tetapi kini Google justru menandatangani kontrak dengan Pentagon.
Seiring meningkatnya pengeluaran pertahanan di bawah administrasi Trump, perusahaan teknologi berlomba mendapatkan kontrak pemerintah yang menguntungkan. Google, yang pernah berjanji tidak menggunakan AI untuk senjata, kini bekerja sama dengan Pentagon dan beberapa sekutu AS.
Banyak karyawan Google merasa kecewa dan kurang berdaya dalam menghadapi keputusan perusahaan ini. Sementara itu, ada yang berpendapat bahwa bekerja dengan DOD adalah hal yang tidak terhindarkan bagi perusahaan AS.
Keputusan Google memicu pertanyaan etis tentang peran perusahaan teknologi besar dalam operasi militer. Apakah moralitas dapat dikompromikan demi keuntungan? Masa depan perusahaan akan ditentukan oleh bagaimana mereka menangani dilema ini.
(Orbit dari berbagai sumber, 7 Mei 2026)