Puisi Indra Pirmana: Di Balik Parfum

ORBITINDONESIA.COM - Di pasar malam, saat aku sajikan siomai 

Menatap pasar seperti lautan manusia.

Aku mengamati kerumunan berbagai usia.

Tiba-tiba, udara menyapaku dengan aroma sepuluh tahun silam

Serasa aku di pasar kepalsuan.

“Aku terdiam sejenak!”

Aku serasa terpaku menghirup aroma itu.

Wangi ini!

Aku gelisah, mengingatkan rindu.

Kemana parfum  itu harus aku cari?

Ke mana angin membawanya?

Sedangkan aku lagi melayani pembeli.

Bukan wangi biasa, 

bahkan bukan aroma kopi.

Aroma ini mengingatkan kenangan yang sudah aku kubur

Kenagan ini menjelma angin. 

Saatnya aku lepas rindu dan goresan luka masalalu.

Aku tidak pantas untuknya, karena memiliki tumpukan harta.

Sedangkan aku orang tidak punya

biar parfum menjadi saksi bisu 

Kalau kita pernah menjalin cinta.

 

Bangka Selatan, Mei 2026

 

*Indra Pirmana adalah guru di SMP Negeri 5 Payung Bangka Selatan. Puisi ini menggambarkan bahwa parfum menjadi saksi dan mengingatkan kisah cinta masa lalu yang sudah lama hilang. Namun terhalang oleh takdir, akhirnya berpisah. ***