Meningkatnya Kasus Kanker Kolorektal di Kalangan Usia Muda: Mengapa Stigma Masih Menjadi Hambatan?

ORBITINDONESIA.COM – Rick Rivers tidak pernah diberitahu bahwa kakeknya meninggal karena kanker kolorektal hingga ia sendiri didiagnosis pada usia 31 tahun. Penyakit ini menjadi tabu dalam keluarganya, berbeda dengan diabetes. Ini menjadi lebih sulit dibicarakan karena letak kanker dalam tubuhnya.

Kanker kolorektal semakin meningkat dan menjadi jenis kanker yang paling mematikan bagi mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Meskipun dapat dicegah, banyak orang yang tidak menyadari atau enggan melakukan skrining karena stigma yang melekat.

Dr. Neil Parikh dari Hartford Hospital menyebut kanker ini dapat dicegah dengan menghilangkan polip yang terdeteksi melalui kolonoskopi atau tes feses. Namun, stigma membuat banyak orang enggan membicarakan gejala seperti perubahan pola buang air besar. Data menunjukkan bahwa 3 dari 4 diagnosis kanker kolorektal pada usia muda berada pada tahap lanjut.

Pendekatan baru diperlukan untuk memecah kebisuan tentang kesehatan usus. Rick Rivers berusaha mempopulerkan percakapan tentang skrining kanker di kalangan sebaya dengan menekankan pentingnya kesehatan untuk keluarga dan orang-orang terkasih.

Melawan stigma adalah langkah pertama untuk menyelamatkan nyawa. Dengan lebih banyak orang berbicara tentang kesehatan usus, kita bisa mengurangi jumlah kasus kanker kolorektal di usia muda. Apakah kita siap memulai percakapan ini?

(Orbit dari berbagai sumber, 3 Mei 2026)