Kenaikan Harga Minyak Dunia Akibat Blokade Berkepanjangan AS-Iran
ORBITINDONESIA.COM – Harga minyak melonjak drastis setelah laporan menyebutkan AS bersiap untuk blokade 'berkepanjangan' terhadap Iran.
Harga minyak global, khususnya Brent crude, naik melampaui $120 per barel, mencapai titik tertinggi sejak 2022. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan eksekutif energi, termasuk CEO Chevron Mike Wirth, membahas dampak konflik terhadap konsumen Amerika.
Harga minyak berfluktuasi tajam sejak awal perang, terutama karena penutupan efektif Selat Hormuz. Iran membatasi pengiriman melalui selat ini sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel. Meskipun sempat turun setelah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, harga tetap jauh di atas sebelum konflik.
Strategi AS untuk melanjutkan blokade menunjukkan tekanan ekonomi yang kuat terhadap Iran. Namun, Iran mengklaim dapat bertahan dengan menggunakan jalur perdagangan alternatif. Kebijakan ini dilihat sebagai pilihan yang lebih aman dibandingkan melanjutkan serangan atau mundur dari konflik.
Krisis ekonomi Iran semakin mendalam dengan inflasi yang meroket dan nilai mata uang yang jatuh. Dengan situasi yang semakin genting, pertanyaan muncul: apakah ini saatnya untuk negosiasi damai, atau justru akan memicu eskalasi baru?
(Orbit dari berbagai sumber, 3 Mei 2026)