Keamanan Kolombia Terancam: Serangan Terbaru di Tengah Pemilu
ORBITINDONESIA.COM – Serangkaian serangan terhadap warga sipil dan pangkalan militer di Kolombia barat daya memicu kekhawatiran keamanan menjelang pemilihan presiden Mei mendatang.
Kelompok pemberontak telah melakukan 26 serangan sejak Jumat, termasuk ledakan mematikan di jalan raya antara Cali dan Popayan. Wilayah ini telah lama menjadi sasaran kelompok ilegal yang ingin menguasai aktivitas terlarang seperti penambangan dan perdagangan narkoba.
Serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok FARC-EMC yang dipimpin Nestor Vera. Di bawah pemerintahan Presiden Gustavo Petro, Kolombia berusaha melakukan pembicaraan damai meski strategi ini dikritik karena dianggap memberi kesempatan kelompok pemberontak untuk memperkuat diri.
Beberapa analis menilai bahwa kebijakan damai pemerintah terlalu naif, sementara yang lain melihat ini sebagai langkah penting untuk mencapai perdamaian jangka panjang. Kandidat oposisi berjanji untuk mengambil sikap lebih keras terhadap kejahatan.
Kolombia menghadapi dilema antara melanjutkan upaya damai atau memperketat keamanan. Apakah pendekatan damai dapat bertahan menghadapi tantangan ini, atau apakah warga Kolombia akan memilih jalan yang lebih agresif?
(Orbit dari berbagai sumber, 1 Mei 2026)