Pertemuan Bersejarah: Langkah Baru dalam Dialog Katolik-Anglikan
ORBITINDONESIA.COM – Paus Leo XIV dan Uskup Agung Canterbury Sarah Mullally bertemu di Vatikan, berjanji mengatasi perbedaan demi persatuan.
Paus Leo XIV bertemu dengan Uskup Agung Canterbury Sarah Mullally dalam pertemuan yang menandai langkah signifikan menuju persatuan antara dua gereja besar ini. Pertemuan ini, yang sebelumnya tak terbayangkan, terjadi di tengah perbedaan doktrinal yang besar, terutama terkait penahbisan perempuan. Anglikan memisahkan diri dari Roma pada 1534, dan meski dialog teologis formal dimulai pada 1960-an, perbedaan besar tetap ada.
Leo XIV mengutip Paus Fransiskus yang menekankan pentingnya mengatasi perpecahan demi misi bersama memperkenalkan Kristus. Sementara itu, Mullally, dalam kunjungannya ke Roma, menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan melalui dialog teologis dan pertemuan personal. Pertemuan ini juga menandai peringatan 60 tahun pernyataan ekumenis pertama antara Gereja Anglikan dan Katolik Roma.
Langkah ini mencerminkan usaha berkelanjutan untuk menyatukan dua tradisi besar Kristen ini. Meskipun perbedaan tetap ada, terutama tentang peran perempuan dalam kepemimpinan gereja, pertemuan ini menunjukkan komitmen untuk mencari titik temu. Ini adalah pengakuan bahwa persatuan dapat memberi dampak signifikan dalam menghadapi tantangan global, termasuk konflik dan perubahan sosial yang cepat.
Pertemuan ini menggarisbawahi pentingnya dialog dan kerja sama lintas batas gereja. Di tengah perpecahan internal dan eksternal, bagaimana kedua gereja ini dapat memimpin dalam membangun jembatan, bukan tembok, untuk kebaikan bersama? Ini adalah pertanyaan yang harus dijawab seiring upaya mereka untuk semakin mendekatkan diri satu sama lain.
(Orbit dari berbagai sumber, 30 April 2026)