Pemilu di Gaza: Harapan Baru Setelah Dua Dekade Penantian

ORBITINDONESIA.COM – Setelah dua dekade penantian, warga Gaza akhirnya mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemilu di Deir al-Balah, sebuah kota yang menjadi simbol harapan di tengah konflik berkepanjangan.

Selama 20 tahun, penduduk Gaza hidup di bawah bayang-bayang serangan Israel, pengungsian berulang, dan pemerintahan yang menindas. Dalam kondisi seperti ini, penyelenggaraan pemilu tampak seperti angan-angan yang jauh dari kenyataan.

Minggu ini, para pejabat Palestina bersiap mengadakan pemilu lokal di Deir al-Balah, satu-satunya kota di Gaza yang tidak mengalami invasi darat besar-besaran oleh militer Israel selama dua tahun perang. Meski begitu, kota ini masih menunjukkan banyak bekas pengeboman.

Bagi Abd al-Rahman al-Masri, seorang dokter berusia 27 tahun, pemilu ini adalah kesempatan yang telah lama dinantikan oleh generasinya. Ia berharap dewan kota yang baru dapat mencari solusi atas permasalahan yang ada, mulai dari air dan limbah hingga kurangnya lahan pemakaman.

Dengan sekitar 70,000 orang yang memenuhi syarat untuk memilih, pemilu ini memberikan harapan baru bagi warga Gaza untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Namun, apakah satu pemilu cukup untuk membawa perubahan signifikan di wilayah yang telah lama terpuruk ini? (Orbit dari berbagai sumber, 26 April 2026)