Aksi "No War Youth Alliances" di Depan Kedubes AS Jakarta, Mengkritik Politik Komodifikasi Perang Antarbangsa
ORBITINDONESIA.COM – Aliansi Para Pemuda Tanpa Perang (No War Youth Alliances) melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Aliansi ini mencakup: DPD GMNI DKI Jakarta, PMKRI Jakarta Selatan, PMKRI Jakarta Timur, dan HMI Jakpustara.
Ini adalah suatu aksi yang bersifat inklusif dan terbuka pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, dan kaum progresif; serta meretas sekat-sekat primordialisme, ideologi, dan agama demi perdamaian abadi.
Semua multiplisitas gerakan ini diikat oleh kehendak baik untuk melawan segala macam bentuk perang, yang hanya akan menyengsarakan warga sipil, memperbesar ketidakadilan antar bangsa, dan mengancam perdamaian dunia.
Dunia kontemporer tengah memasuki suatu dekadensi sejarah kemanusiaan, suatu masa yang disebut Hardt & Mezzadra sebagai “Rezim Perang Global” (Newleftreview, 9 Mei 2024).
Ini merupakan suatu rezim di mana pemerintahan dan administrasi militer saling berjejalin rapat dengan struktur kapitalisme global, demi penguasaan jalur logistik, rantai pasok, energi, dan infrastruktur.
Di sini rezim Trump menampilkan wajah paling kentara dari rezim perang global. Kekuatan multipolar hadir secara semu dan sekadar sebagai instrumen untuk membangun neo-imperialisme global.
Di sisi lain, dua minggu terakhir terjadi ketegangan antara Paus Leo XIV dan rezim Trump. Keberanian Paus dalam mengkritik politik perang Trump sejatinya menyuarakan harapan dan penderitaan, sukacita dan penderitaan kemanusiaan.
Aliansi ini bersolidaritas pada setiap seruan perdamaian Paus Leo XIV bersama para pemimpin spiritual lainnya, yang menjadi kompas moral untuk menyerukan jalan dialog daripada perang; solidaritas antar bangsa, alih-alih dominasi dan eksploitasi.
Oleh karena itu, dalam aksi damai ini, No War Youth Alliances menyerukan suara nurani kemanusiaan sebagai berikut:
1) Menggalang solidaritas bersama masyarakat sipil Amerika Serikat untuk melawan kebijakan politik perang Trump yang tidak akan menghasilkan kemenangan apa pun kecuali penderitaan dan penghinaan pada martabat manusia.
2) Memperluas solidaritas para pemuda di kawasan Global South untuk menyerukan jalan perdamaian dalam hubungan antar bangsa serta menyerukan penghentian penggunaan senjata dan kekerasan, yang hanya mengabdi pada kepentingan nasionalisme sempit dan buta pada keadilan antar generasi.
3) Mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar secara lebih tegas dan aktif di forum-forum internasional untuk menolak segala bentuk penjajahan, menyerukan perlindungan segenap bangsa serta perdamaian abadi sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.
4) Bersama Paus Leo XIV dan para pemimpin spiritual lainnya mengajak dan mendorong setiap asosiasi keagamaan di Republik tercinta ini agar secara publik dan konsisten mengkritisi setiap bentuk politik komodifikasi perang antar bangsa, serta menyuarakan jalan dialog serta perdamaian demi kesejahteraan bersama umat manusia. ***