Pekerjaan AS Melonjak di Tengah Ketegangan Perang Iran
ORBITINDONESIA.COM – Lonjakan mengejutkan terjadi pada penciptaan lapangan kerja di AS bulan Maret, mengatasi kekhawatiran resesi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik.
Laporan pekerjaan terbaru di Amerika Serikat menunjukkan penambahan 178.000 pekerjaan pada bulan Maret, berbalik dari kerugian besar bulan sebelumnya. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,3%. Data ini dikumpulkan sebelum dampak penuh dari perang Iran yang memicu lonjakan harga minyak global.
Sektor kesehatan memimpin dengan tambahan 76.000 pekerjaan, diikuti oleh konstruksi dan transportasi. Namun, pekerjaan di pemerintahan federal terus menurun, dengan kehilangan 18.000 pekerjaan. Sejak Oktober 2024, pemerintahan federal telah kehilangan hampir 12% dari tenaga kerjanya.
Pasar tenaga kerja yang kuat bisa menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang. Namun, kenaikan harga minyak dan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed dapat menghambat pertumbuhan ini. Pendekatan hati-hati The Fed untuk memantau dampak harga minyak dapat membantu menstabilkan ekonomi.
Dengan harga minyak yang terus melonjak dan ketegangan geopolitik yang berlangsung, tantangan ekonomi AS belum sepenuhnya reda. Apakah pasar tenaga kerja dapat tetap kuat di tengah badai ini, ataukah kita akan melihat perlambatan lebih lanjut?