Buaya Purba: Evolusi Bipedal dan Misteri Fosil Trias

ORBITINDONESIA.COM – Studi terbaru mengungkap buaya purba mampu berjalan dengan dua kaki saat dewasa, menantang pemahaman kita tentang evolusi reptil prasejarah.

Periode Trias akhir menghadirkan kerabat buaya yang unik, Sonselasuchus cedrus, yang mengubah cara pandang kita tentang evolusi reptil. Fosilnya ditemukan di Taman Nasional Hutan Petrified, Arizona, menunjukkan kemampuan bipedal seperti dinosaurus. Namun, mengapa dan bagaimana perubahan ini terjadi masih menjadi misteri besar.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Vertebrate Paleontology mengungkapkan perubahan gaya berjalan Sonselasuchus disebabkan oleh pertumbuhan anggota tubuh yang asimetris. Peneliti dari University of Washington dan Museum Burke menemukan bahwa spesies ini, meski berukuran kecil seperti anjing pudel, berevolusi secara unik dalam ekosistem yang sama dengan dinosaurus theropoda ornithomimid.

Penemuan ini menantang teori evolusi tradisional yang memisahkan archosaur menjadi dua garis keturunan berbeda: buaya dan burung. Kemiripan evolusi bipedal antara Sonselasuchus dan ornithomimid menunjukkan bahwa evolusi dapat terjadi secara paralel dalam kondisi ekologi yang serupa. Ini menimbulkan pertanyaan tentang adaptasi dan evolusi dalam konteks ekosistem yang sama.

Penelitian Sonselasuchus membuka cakrawala baru tentang evolusi reptil purba. Dengan lebih banyak fosil yang ditemukan, pemahaman kita mungkin akan berubah. Apakah ada spesies lain yang memiliki pola evolusi serupa? Pertanyaan ini tetap terbuka, mendorong kita untuk terus menjelajahi masa lalu demi memahami masa kini dan masa depan.

(Orbit dari berbagai sumber, 2 April 2026)