Lonjakan Harga Bahan Bakar di Tengah Konflik Timur Tengah

ORBITINDONESIA.COM – Harga bensin di AS melonjak melewati $4 per galon, mencapai titik tertinggi sejak Agustus 2022, di tengah konflik AS-Iran yang berkepanjangan.

Kenaikan harga ini sebagian besar didorong oleh ketidakstabilan yang disebabkan oleh perang AS-Iran yang memasuki minggu kelima. Konflik ini mengganggu pasokan minyak global, mendorong harga bensin naik rata-rata $1 dibandingkan bulan lalu.

Meski pemerintah AS telah melonggarkan batasan etanol dan persyaratan 'Jones Act', harga bensin belum menunjukkan tanda-tanda turun. Harga diesel mencapai $5.45 per galon, mengindikasikan tekanan yang lebih besar pada sektor transportasi. Analis memperingatkan potensi kenaikan lebih lanjut jika konflik berlanjut.

Prediksi para ahli menunjukkan harga Brent bisa menyentuh $115 hingga $200 jika ketegangan berlanjut. Ini menunjukkan ketergantungan besar pada jalur minyak utama seperti Selat Hormuz. Dunia perlu memikirkan solusi energi jangka panjang untuk menghindari ketidakstabilan semacam ini.

Ketidakpastian geopolitik ini menyoroti perlunya diversifikasi sumber energi. Pertanyaan terbuka adalah: bagaimana dunia mengurangi ketergantungan pada minyak untuk menghindari krisis di masa mendatang?

(Orbit dari berbagai sumber, 1 April 2026)