Krisis bahan bakar dapat mendekatkan Manila dan Beijing.

Perang di Iran mengubah politik di Asia. Bahkan dengan perselisihan yang berkepanjangan dengan China mengenai Laut China Selatan, Manila mengisyaratkan bahwa mereka mungkin siap untuk lebih dekat dengan Beijing.

Asia - dan Filipina khususnya - sangat rentan terhadap gangguan pasokan minyak global, terutama melalui Selat Hormuz, karena negara ini sangat bergantung pada impor bahan bakar.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengatakan bahwa ia terbuka untuk memulai kembali pembicaraan dengan China tentang eksplorasi minyak dan gas bersama di perairan yang diperebutkan, menyebut krisis saat ini sebagai kemungkinan "dorongan" untuk kerja sama.

Bagi China, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka dapat menjadi mitra energi yang andal di Asia Tenggara. Kedua belah pihak memiliki alasan yang jelas untuk terlibat: Filipina membutuhkan lebih banyak sumber energi, dan China ingin memperkuat pengaruhnya di kawasan tersebut.