Krisis Energi di Kuba: Dampak Embargo Minyak AS

ORBITINDONESIA.COM – Jutaan rakyat Kuba kembali terjebak dalam kegelapan saat jaringan listrik nasional pulau itu runtuh untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari seminggu dan untuk ketiga kalinya bulan ini.

Pemadaman listrik yang meluas ini terjadi di tengah perjuangan pemerintah komunis Kuba dengan infrastruktur yang sudah tua dan blokade minyak yang diberlakukan oleh AS.

Pemadaman listrik—baik secara nasional maupun regional—telah menjadi hal yang biasa di Kuba selama dua tahun terakhir akibat kerusakan sistem pembangkit listrik yang sudah tua. Kerusakan ini diperparah oleh pemadaman harian hingga 20 jam di beberapa bagian pulau, yang kekurangan bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik.

Kuba menyalahkan embargo perdagangan AS atas kegagalan ekonomi negara itu—termasuk runtuhnya jaringan listriknya—sementara AS mengatakan kegagalan tersebut disebabkan oleh ekonomi perintah gaya Soviet Kuba.

Krisis energi Kuba memicu pertanyaan mendalam tentang bagaimana negara dapat bertahan di tengah tekanan ekonomi yang begitu besar. Akankah Kuba mampu melakukan reformasi untuk mengatasi tantangan ini, atau akankah embargo yang diperketat semakin memperburuk situasi?

(Orbit dari berbagai sumber, 26 Maret 2026)