Trump dan Krisis Hormuz: Akankah Amerika Mundur?
ORBITINDONESIA.COM – Presiden Trump berencana mengakhiri perang dengan Iran tanpa menyelesaikan krisis Selat Hormuz, meninggalkan pertanyaan besar bagi ekonomi global.
Selama beberapa hari, Trump menyatakan perang dapat segera berakhir. Namun, tanpa pembukaan kembali Selat Hormuz, negara lain harus menghadapi dampak ekonomi besar.
Trump mengklaim hampir mencapai tujuan militer terhadap Iran, termasuk mengurangi kemampuan rudal dan mencegah senjata nuklir. Namun, pasukan AS masih aktif menyerang, dan ribuan Marinir dikirim ke wilayah tersebut.
Di tengah krisis Hormuz, Trump terjebak antara mengakhiri perang dan risiko eskalasi. Sumber menyatakan keinginan awal Trump menyelesaikan perang sebelum akhir Maret, namun situasi memaksanya bertahan lebih lama.
Keputusan Trump mengakhiri perang tanpa solusi Hormuz menyisakan pertanyaan: Apakah kepentingan ekonomi global akan terjaga, atau kita menuju ketidakpastian baru?
(Orbit dari berbagai sumber, 26 Maret 2026)