Krisis Energi Global: Dampak Perang Iran di Asia Selatan

ORBITINDONESIA.COM – Krisis energi yang dipicu oleh konflik Iran telah memaksa negara-negara di Asia Selatan untuk mengambil langkah-langkah darurat, termasuk penjatahan energi dan penutupan universitas.

Perang Iran telah menyebabkan lonjakan harga gas global, menimbulkan dampak yang lebih dalam di luar negeri dibandingkan dengan Amerika Serikat. Pemerintah dan bisnis di seluruh dunia berjuang mengatasi krisis ini.

Lebih dari 80% minyak yang melewati Selat Hormuz menuju Asia, dan gangguan pasokan ini menyebabkan defisit yang terlihat di pasar fisik. Negara-negara seperti Bangladesh dan Pakistan telah menutup sekolah dan membatasi hari kerja untuk menghemat energi.

India mengalami kekurangan dan penimbunan LPG, sementara Jepang melakukan pelepasan minyak terbesar dari cadangannya. Sementara itu, China bisa mendapatkan keuntungan jangka panjang dari krisis ini dengan mengandalkan cadangan minyak besar dan beralih ke batu bara.

Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr. menyatakan bahwa negaranya adalah korban dari perang yang bukan pilihannya. Ketika Amerika bersin, dunia terkena flu. Ini menyoroti ketergantungan global pada stabilitas energi dan perlunya diversifikasi sumber daya.