Pembatasan Perjalanan AS dan Dampaknya pada Masyarakat Afrika

ORBITINDONESIA.COM – Impiannya untuk menyaksikan Stephen Curry bermain basket pupus ketika Mouhameth Fall menghadapi kebijakan pembatasan perjalanan yang diterapkan oleh Presiden Trump.

Pada tahun 2026, Mouhameth Fall ingin mengunjungi Amerika Serikat dari Senegal, tetapi kebijakan pembatasan perjalanan yang ketat membuatnya ragu untuk mengajukan visa.

Amerika Serikat menutup pintu bagi para profesional, pelajar, dan seniman dari 36 negara, 29 di antaranya berada di Afrika. Kebijakan ini telah memengaruhi banyak orang yang berniat datang secara legal, termasuk dokter dan musisi.

Kebijakan ini dianggap tidak adil dan rasis oleh banyak orang Afrika, termasuk Mouhameth Fall, yang melihatnya sebagai bentuk diskriminasi terhadap benua mereka.

Dengan banyaknya impian yang terhenti, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kebijakan imigrasi seharusnya diterapkan secara adil dan inklusif.