Wall Street Bangkit, Harga Minyak Mundur Ditengah Konflik Iran
ORBITINDONESIA.COM – Saham naik pada hari Senin sementara harga minyak mundur ketika Wall Street berupaya pulih dari minggu sebelumnya yang merugi, dengan investor memantau perkembangan terbaru dari perang Iran.
Perang di Iran telah menyebabkan ketidakpastian yang signifikan di pasar keuangan global. Harga minyak melonjak ketika lalu lintas di Selat Hormuz, jalur pengiriman penting, terhenti. Namun, langkah AS yang memungkinkan kapal tanker Iran melintasi Selat mulai meredakan ketegangan ini.
Pasar saham menunjukkan pemulihan setelah S&P 500 mencatat minggu ketiga kerugian berturut-turut. Kenaikan harga saham seperti Meta dan Nvidia menunjukkan optimisme investor meskipun volume perdagangan tetap rendah. Di sisi lain, harga minyak yang sempat melonjak lebih dari $100 per barel kini sedikit mereda.
Ketegangan geopolitik sering kali mempengaruhi pasar dengan cepat, namun tanggapan pasar kali ini relatif tenang. Para investor tampaknya percaya pada kemampuan Presiden Trump untuk memanage situasi ini. Keputusan strategis dan penanganan yang bijak dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan stabilitas.
Dalam menghadapi ketidakpastian global, investor perlu tetap waspada dan siap menghadapi perubahan cepat. Apakah upaya diplomatik akan berhasil meredakan ketegangan, atau akankah pasar harus bersiap menghadapi gejolak lebih lanjut?
(Orbit dari berbagai sumber, 20 Maret 2026)