Trump Desak Negara Asing Bantu Buka Selat Hormuz

ORBITINDONESIA.COM – Presiden Trump menyerukan negara-negara besar untuk mengirim kapal ke Selat Hormuz, namun tanggapan beragam muncul dari berbagai pemerintah.

Presiden Trump meminta negara-negara seperti China, Inggris, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz setelah serangan AS-Israel terhadap Iran. Selat ini merupakan jalur penting bagi sepertiga pengiriman minyak dunia, dan Trump menekankan ketergantungan Eropa yang lebih besar terhadap minyak Timur Tengah dibandingkan dengan Amerika Serikat.

Meskipun Trump menekan negara-negara untuk berpartisipasi, respons mereka bervariasi. Jerman menolak permintaan tersebut, menginginkan solusi diplomatik. Uni Eropa menyadari pentingnya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, sementara Inggris bekerja sama dengan sekutu untuk menemukan solusi yang layak. Jepang dan Australia tidak berencana mengirim kapal perang, sedangkan China dan Prancis belum memberikan tanggapan langsung.

Ketegangan di Selat Hormuz menyoroti dinamika politik global dan tantangan dalam kebijakan internasional. Sementara Trump mengedepankan pendekatan militer, banyak negara lebih memilih diplomasi. Ini mencerminkan perbedaan pandangan dalam menangani konflik yang dapat mempengaruhi ekonomi global.

Situasi di Selat Hormuz mengajarkan pentingnya kolaborasi internasional dan diplomasi dalam menjaga stabilitas global. Pertanyaannya adalah, bagaimana dunia dapat menyeimbangkan kebutuhan energi dengan upaya menjaga perdamaian? Ini menjadi tantangan bagi negara-negara untuk menemukan jalan tengah yang efektif.

(Orbit dari berbagai sumber, 20 Maret 2026)