Ketahanan Ekonomi AS di Tengah Konflik Iran: Ujian Baru
ORBITINDONESIA.COM – Ketahanan ekonomi Amerika Serikat kembali diuji dengan ancaman konflik di Iran, namun sejauh ini belum terlihat tanda-tanda resesi.
Konflik di Iran memicu kenaikan harga minyak hingga 43% bulan ini. Ini menambah tekanan pada ekonomi global yang sebelumnya sudah tertekan oleh perang dagang dan konflik di Eropa.
Meski banyak yang memprediksi resesi, ekonomi AS menunjukkan kekuatan dan adaptabilitas yang luar biasa. Dengan tingkat pengangguran 4.4% dan proyeksi pertumbuhan GDP sebesar 2.7% di Q1 2025, ekonomi AS terus bertahan.
Kemampuan AS untuk tetap stabil di tengah kekacauan global menyoroti kekuatan strukturalnya. Namun, ancaman dari AI dan geopolitik bisa menjadi penghalang serius jika tidak diantisipasi dengan baik.
Keberlanjutan ketahanan ekonomi AS menimbulkan pertanyaan: seberapa lama ini bisa bertahan? Dengan banyaknya tantangan di depan, langkah strategis diperlukan untuk menjaga kestabilan jangka panjang.
(Orbit dari berbagai sumber, 19 Maret 2026)