Iran Akan Mengambil "Tindakan Tegas" Setelah Ladang Gas South Pars Dihantam Serangan Israel
ORBITINDONESIA.COM - Angkatan bersenjata Iran telah memperingatkan akan mengambil "tindakan tegas" sebagai tanggapan terhadap serangan terhadap infrastruktur energinya, menurut pernyataan yang dimuat di kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC.
Iran mengatakan fasilitasnya di ladang gas South Pars telah menjadi sasaran. "Musuh telah menyerang sebagian infrastruktur bahan bakar dan energi Iran di selatan," kata militer Iran dalam sebuah pernyataan.
"Seperti yang telah diperingatkan sebelumnya, jika infrastruktur bahan bakar, energi, gas, dan ekonomi negara kita diserang oleh musuh Amerika-Zionis, selain serangan balasan yang kuat terhadap musuh, kita juga akan menyerang sumber agresi tersebut dengan keras.
"Kami menganggap penargetan infrastruktur bahan bakar, energi, dan gas negara asal sebagai tindakan yang sah dan akan membalas dengan keras sesegera mungkin," tambahnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengatakan fasilitas South Pars menjadi sasaran Israel. South Pars adalah bagian dari ladang gas alam terbesar di dunia, dengan Qatar dan Iran sama-sama mengoperasikan fasilitas di daerah tersebut.
Iran menyalahkan Israel dan AS. Keduanya belum berkomentar. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyalahkan Israel, menyebutnya "berbahaya dan tidak bertanggung jawab".
South Pars adalah bagian dari ladang gas alam terbesar di dunia. Letaknya di lepas pantai, di Teluk, antara Iran dan Qatar. Pada Maret 2024, BBC Monitoring melaporkan bahwa South Pars telah diserang. Produksi Pars menyumbang 70% dari total produksi gas Iran.
Media Iran mengatakan tidak ada yang terluka dalam serangan itu.
Harga minyak melonjak hingga hampir $110 per barel setelah media Iran melaporkan serangan udara yang menghantam fasilitas di ladang gas alam terbesar di dunia.
Patokan minyak mentah Brent mencapai $109,91 per barel tepat setelah pukul 14:30 GMT, lebih dari 5% lebih tinggi dari harga hari Selasa, 17 Maret 2026. Harga tetap di atas $108.
Patokan harga gas Inggris juga melonjak 6% menjadi 143,53p per therm sebelum turun kembali di bawah angka 140p. Meskipun harga minyak dan gas melonjak, harga tersebut tetap di bawah harga tertinggi yang terlihat sebelumnya. konflik.
Harga minyak mencapai $116,78 per barel pada 9 Maret, sementara harga gas Inggris mencapai 162,55p per therm pada 3 Maret.
Kementerian perminyakan Iran mengatakan kebakaran di kompleks petrokimia telah terkendali pada Rabu sore, 18 Maret 2026, lapor Tasnim, tetapi besarnya kerusakan pada fasilitas tersebut masih belum jelas.
Iran juga telah menangguhkan aliran gas ke Irak sebagai tanggapan atas serangan tersebut untuk memperkuat pasokan domestik, kata seorang pejabat senior Irak kepada Reuters.
Sebagian besar Menurut data dari Forum Negara-Negara Pengekspor Gas, pasokan gas Iran – 94% – digunakan di dalam negeri.
Namun, Qatar juga mengoperasikan fasilitas di ladang gas tersebut, yang disebutnya North Dome. Qatar, yang memproduksi seperlima gas alam cair dunia, telah menghentikan produksi pada awal Maret sebagai respons terhadap konflik tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengatakan serangan terhadap infrastruktur energi "merupakan ancaman terhadap keamanan energi global". ***