Rekomendasi Vaksin Flu: Tantangan dan Harapan di Tengah Mutasi Virus
ORBITINDONESIA.COM – Meskipun Amerika Serikat telah resmi keluar dari WHO, kolaborasi ilmuwan AS dengan peneliti internasional terus berlanjut dalam melacak evolusi virus influenza.
Setiap tahun, para ilmuwan harus membuat keputusan tentang strain virus flu yang akan dimasukkan dalam vaksin. Proses ini harus dilakukan pada bulan Februari atau Maret karena vaksin memerlukan waktu sekitar enam bulan untuk diproduksi dan didistribusikan.
Komite VRBPAC baru saja memberikan persetujuan untuk rekomendasi WHO tentang strain virus yang akan dimasukkan dalam vaksin flu musim gugur ini. Strain baru A(H3N2) subclade K muncul sebagai varian dominan di Belahan Bumi Utara, meskipun muncul terlambat untuk dimasukkan dalam vaksin tahun lalu.
Tingkat efektivitas vaksin flu tahun ini lebih rendah dari biasanya, sebagian disebabkan oleh ketidakcocokan strain. Tingkat vaksinasi flu juga menurun sejak pandemi COVID-19, menunjukkan perlunya strategi baru untuk meningkatkan penerimaan vaksin di masyarakat.
Meskipun tantangan dalam pemilihan strain virus flu tetap ada, penting bagi kita untuk terus mendukung dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya vaksinasi. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa lebih banyak orang yang divaksinasi di masa mendatang?
(Orbit dari berbagai sumber, 16 Maret 2026)