Bahaya Tersembunyi di Balik Popularitas Meja Dapur Kuarsa
ORBITINDONESIA.COM – César Manuel González, 37 tahun, adalah salah satu dari banyak pekerja yang menderita silikosis setelah bekerja dengan batu buatan, yang kini mengancam kesehatan para pekerja muda di seluruh dunia.
Silikosis, penyakit yang dulunya dikaitkan dengan penambang, kini menyerang pekerja muda di industri pembuatan meja dapur dari batu buatan. Dengan lonjakan popularitas meja dapur kuarsa, kasus silikosis meningkat pesat di Amerika Serikat, terutama di kalangan pekerja pria Hispanik berusia 30 hingga 40 tahun.
Di Amerika Serikat, kasus silikosis terkait batu buatan muncul di berbagai negara bagian. Namun, karena penyakit ini tidak wajib dilaporkan secara nasional, jumlah kasus yang sebenarnya sulit diketahui. Data dari California menunjukkan adanya 519 kasus dan 29 kematian sejak 2019, dengan usia rata-rata diagnosis 46 tahun.
Pekerja, dokter, dan pengacara berpendapat bahwa bahan yang hampir seluruhnya terbuat dari silika kristalin tidak mungkin ditangani dengan aman. Sebaliknya, produsen mengklaim bahwa dengan ventilasi yang tepat, pemotongan basah, dan respirator, risiko dapat diminimalisir. Namun, perdebatan ini berlanjut hingga ke ranah legislatif di Amerika Serikat.
Debat tentang siapa yang harus bertanggung jawab atas krisis kesehatan ini terus berlanjut. Sementara itu, pekerja seperti González dan Reyes harus hidup dengan konsekuensi dari paparan debu silika. Pertanyaan yang tersisa adalah: apa langkah selanjutnya untuk melindungi pekerja di industri ini?
(Orbit dari berbagai sumber, 15 Maret 2026)