Sorghum: Tanaman Tahan Iklim yang Mengubah Pertanian Global
ORBITINDONESIA.COM – Sorghum, tanaman yang dikenal dengan ketahanannya terhadap iklim ekstrem, kini menjadi fokus utama dalam upaya peningkatan pertanian global.
Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) dikenal sebagai tanaman yang sangat tahan terhadap iklim dan memiliki keragaman fenotipik yang tinggi. Tanaman ini tidak hanya mampu beradaptasi dengan tekanan lingkungan tetapi juga dengan praktik agronomi dan penggunaan akhir yang bervariasi.
Dalam konteks pengembangan, varietas hibrida komersial sorghum yang dibudidayakan di Amerika, Asia, dan Australia umumnya dikhususkan untuk satu tujuan: biji-bijian, pakan ternak, atau energi. Namun, varietas yang diserbuki terbuka atau inbred yang ditanam oleh produsen skala kecil di Afrika tropis, Asia, dan Amerika biasanya untuk berbagai tujuan.
Keanekaragaman dalam dan antar gen pool sorghum dapat menghambat pendekatan pemuliaan modern yang mengandalkan kumpulan germplasm elit yang homogen. Misalnya, pengenalan alel yang menguntungkan secara luas ke dalam program pemuliaan lokal dapat mengubah karakteristik biji-bijian atau mengurangi nilai lokal suatu kultivar.
Menavigasi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan lokal dengan sumber daya pangenomik global dapat membuka jalan bagi terobosan dalam pemuliaan tanaman sorghum. Ini memberikan peluang untuk memperkaya ketahanan pangan dan kemakmuran ekonomi. Bagaimana kita dapat memastikan bahwa manfaat dari inovasi ini dapat dirasakan secara merata di seluruh dunia?
(Orbit dari berbagai sumber, 14 Maret 2026)