Ancaman DBD di Probolinggo: Langkah Pencegahan dan Kesadaran Warga

ORBITINDONESIA.COM – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Probolinggo kembali meningkat, menuntut perhatian dan kewaspadaan dari seluruh lapisan masyarakat.

Di awal tahun 2026, puluhan warga Probolinggo terjangkit DBD, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Sepanjang 2025, terdapat 326 kasus dengan empat kematian, menunjukkan bahwa ancaman ini terus membayangi kota.

Tren DBD di Probolinggo fluktuatif, dengan puncak kasus pada 2024 mencapai 460 penderita. Angka bebas jentik yang rendah, yakni 78,8 persen pada 2025, menjadi indikator lemahnya pencegahan. Dengan target minimal 90 persen belum tercapai, risiko penularan tetap tinggi.

Wali Kota Aminuddin menegaskan pentingnya pemberantasan nyamuk melalui sinergi semua pihak. Edukasi dan penggencaran gerakan 3M menjadi kunci, namun kesadaran masyarakat adalah fondasi utama dalam menekan kasus DBD.

Upaya kolektif dalam mengatasi DBD harus dimulai dari kesadaran individu akan kebersihan lingkungan. Mampukah warga Probolinggo bersatu melawan ancaman ini? Hanya dengan kepedulian bersama, kasus DBD dapat ditekan.

(Orbit dari berbagai sumber, 10 Maret 2026)