Perlambatan Ekonomi China: Dampak Signifikan bagi Indonesia
ORBITINDONESIA.COM – Perlambatan ekonomi China menjadi ancaman nyata bagi Indonesia, dengan potensi pengaruh besar terhadap ekspor dan investasi.
Pemerintah China baru-baru ini menurunkan target pertumbuhan ekonominya menjadi yang terendah dalam tiga dekade. Target PDB tahun ini ditetapkan di kisaran 4,5% hingga 5%, mencerminkan tantangan domestik dan eksternal yang dihadapi.
China adalah mitra dagang terbesar Indonesia, dengan ekspor nonmigas mencapai US$64,82 miliar pada 2025. Perlambatan ekonomi China dapat mengurangi permintaan terhadap barang-barang ekspor Indonesia, terutama komoditas dan produk antara. Selain itu, investasi China di Indonesia menjadi perhatian karena memainkan peran penting dalam pengembangan industri dan agenda hilirisasi.
Ekonom senior Chatib Basri menyatakan bahwa setiap perlambatan 1% ekonomi China dapat memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,3%. Dampak ini menggarisbawahi pentingnya memperhatikan risiko ekspor dan investasi saat ekonomi China melambat.
Penurunan target pertumbuhan ekonomi China menuntut Indonesia untuk lebih waspada terhadap risiko yang mengancam. Saat ketidakpastian global meningkat, Indonesia perlu mencari strategi diversifikasi ekonomi yang kuat untuk mengurangi ketergantungan pada China dan memperkuat posisi ekonominya di kancah internasional.
(Orbit dari berbagai sumber, 7 Maret 2026)