Misteri Komet 41P: Rotasi Terbalik dan Dampaknya pada Astronomi

ORBITINDONESIA.COM – Fenomena unik terjadi pada Komet 41P/Tuttle-Giacobini-Kresák saat rotasinya berubah drastis mendekati Matahari. Fenomena ini belum pernah teramati dalam skala sebesar ini sebelumnya.

Komet 41P/Tuttle-Giacobini-Kresák, dengan inti hanya 500 meter, menunjukkan perubahan rotasi signifikan setelah perihelion. Fenomena ini disebabkan oleh outgassing, di mana gas yang keluar dari permukaan komet mempengaruhi arah rotasinya.

Data dari Teleskop Luar Angkasa Hubble pada 2017 menunjukkan perubahan dari rotasi 20 jam menjadi 53 jam, dan kemudian berbalik arah dengan periode 14,4 jam. Dr. David Jewitt menyatakan efek ini disebabkan oleh torsi dari jet gas yang tidak merata saat komet mendekati Matahari.

Fenomena ini memberikan wawasan baru tentang dinamika komet kecil di Tata Surya. Perubahan rotasi yang drastis ini mungkin menunjukkan potensi deformasi atau perpecahan komet akibat torsi yang tidak stabil.

Komet ini akan kembali mendekati Matahari pada 2028, membuka peluang studi lebih lanjut. Apakah perubahan rotasi ini umum terjadi pada komet kecil lainnya? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

(Orbit dari berbagai sumber, 2 Maret 2026)