Peluang Investasi di Tengah Kekhawatiran AI
ORBITINDONESIA.COM – Kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan akan menghancurkan bisnis tradisional telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar.
Banyak investor meninggalkan sektor perangkat lunak dan perbankan. Namun, laporan Morgan Stanley menunjukkan hanya sekitar 13% dari S&P 500 yang berisiko tinggi terganggu oleh AI.
Raksasa perangkat lunak seperti Microsoft dan Intuit dianggap sebagai 'pengembang kuat' yang berhasil menambahkan AI ke alat mereka. Atlassian dipandang sebagai 'incumbent AI' yang akan memperluas pasar. Palo Alto Networks menjadi pilihan utama untuk menghadapi risiko keamanan baru yang diciptakan oleh AI.
Morgan Stanley melihat bank dan perusahaan pembayaran sebagai pemenang tersembunyi. AI dianggap sebagai pendorong efisiensi besar di industri ini. Visa dan Mastercard diprediksi akan mendapatkan keuntungan dari perdagangan agen di mana asisten AI mengurus transaksi atas nama manusia.
Perusahaan yang mengadopsi AI, bukan yang membangunnya, menawarkan peluang nyata. Dengan kekuatan harga yang tinggi, mereka dapat mendorong keuntungan lebih tinggi hingga 2026. Investor perlu mencermati perubahan ini untuk mendapatkan keuntungan maksimal.
(Orbit dari berbagai sumber, 27 Februari 2026)